Breaking News:

Batalkan Pernikahan Padahal Sudah Lamaran, Pria di Banyumas Didenda Rp 150 Juta, Ayah Kebingungan

Sudah lamaran namun di tengah jalan memilih memutuskan hubungan, pria di Banyumas ini harus terima kenyataan pahit.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Sumarto (56), orang tua AS (32), warga Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

TRIBUNSOLO.COM - Sudah lamaran namun di tengah jalan memilih memutuskan hubungan, pria di Banyumas ini harus terima kenyataan pahit.

Ia didenda Rp 150 juta setelah membatalkan pernikahannya.

Baca juga: Kisah Suster Ann Roza Berlutut & Menangis Depan Aparat Demi Lindungi Demonstran Myanmar: Tembak Saya

Baca juga: Pria di Banyumas Setubuhi 2 Adik Ipar yang Masih di Bawah Umur, Kini Ditangkap Polisi

Kini orangtua pria berinisial AS (32) itu pun kebingungan.

Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan. (KOMPAS.com)

Ia enggan membayar denda tersebut karena tak memiliki uang.

Orangtua AS, Sumarto (56) mengaku, baru mengetahui adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan sanksi bagi anaknya tersebut.

"Yang jelas saya tidak mau bayar, karena tidak punya uang," kata Sumarto saat ditemui di rumahnya di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021).

Sumarto mengaku kecewa terhadap keluarga calon istri anaknya, karena pembatalan rencana pernikahan tersebut berujung ke meja hijau.

"Andai kata orangtua perempuan itu bilang sama saya, saya bisa bicarakan secara kekeluargaan."

"Saya kira kurang etis (kalau dibawa ke jalur hukum)," ujar Sumarto.

Menurut Sumarto, keluarga calon istri anaknya merupakan kerabat jauh.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved