Viral Seorang Remaja Kirim Pesan Minta Maaf ke Grup WA Sebelum Tewas Kecelakaan, Sebut Sedang Kacau

Viral di media sosial seorang remaja mengirimkan pesan terakhir sebelum tewas kecelakaan.

(Facebook/Info Roadblock JPJ/POLIS)
Mendiang Jamal semasa hidup 

Pada malam tahlilan, listrik di wilayah tersebut padam.

Oleh karena itu, keluarga Nasir menggunakan genset sebagai penerangan.

Hal tersebut disampaikan oleh kerabat korban, Kartajib, sebagaimana dilansir dari TribunJatim.

Ia mengatakan, setelah digunakan, genset kemudian diletakkan di dalam rumah.

"Itu kan kemarin listrik padam dari jam 3 sore terus baru nyala jam 9 pagi. Selama itu genset nyala ditaruh di dalam rumah," katanya.

Ia menambahkan, setelah acara tahlilan selesai, genset yang diletakkan di dalam rumah itu dalam keadaan menyala.

"Jadi pakai genset. Selesai acara genset dimasukkan rumah sampai jam 1 malam tapi dalam keadaan masih nyala," ujarnya.

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat (Kompas.com)

Keesokan harinya, sekira pukul 09.00 WIB, anak pertama Sukariyah, Linan berkunjung ke rumah.

Posisi rumah Linan dan orangtuanya diketahui berdekatan.

Saat masuk ke dalam rumah, ia mendapati keluarganya sudah terbujur kaku.

Kepolisian pun menyelidiki kejadian nahas tersebut.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan kejadian tersebut.

Dari insiden tersebut, polisi memintai keterangan para saksi.

Eka menjelaskan, korban awalnya menyalakan genset pada Selasa (26/1/2021).

Nasir menyalakan genset karena lampu di rumahnya mati sejak pukul 15.00 WIB.

Dengan begitu, Nasir menggunakan genset untuk daya menyalakan lampu.

Setelah acara tahlilan usai, ia kemudian memasukan genset yang masih menyala ke dalam rumahnya.

Diduga, asap dari genset tersebut yang menyebabkan tiga anggota keluatga tersebut tewas.

"Satu keluarga yakni suami, istri, dan anaknya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia karena diduga keracunan asap genset yang masuk ke dalam rumah.

Korban yang meninggal, yakni suami, istri, dan anaknya berumur 10 tahun," kata Eka di Kabupaten Lumajang, dikutip dari Antaranews, Rabu.

"Ketiga korban ditemukan pertama kali oleh anak korban bernama Linan yang rumahnya di sebelah timur korban. Kebetulan saat itu datang ke rumah orang tuanya," ujar Eka menambahkan.

"Korban Sukariyah dan Serlin ditemukan meninggal di dalam kamar, sedangkan korban Nasiran ditemukan meninggal di sebelah generator listrik yang berada di dalam rumahnya," tutur Eka.

Respon Dinkes Lumajang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius buka suara terkait satu keluarga tewas diduga karena keracunan karbonmonoksida dari genset.

Dia mengatakan, segala jenis mesin yang menggunakan bahan bakar bensin akan selalu mengeluarkan uap limbah.

"Itu asapnya ada limbah bahan bakar yang mana ada kandungan macam-macam. Paling banyak CO2 atau monoksida yang mana itu bersifat toxic alias racun," ujar dr Bayu, Kamis (28/1/2021).

Lebih lanjut, kata dr Bayu, jika karbon monoksida dihirup tubuh dengan jumlah banyak bisa berakibat fatal.

Sebab karbon monoksida bisa mengikat sel darah merah dalam tubuh manusia.

"Ini yang bikin orang bisa kehilangan oksigen," jelasnya.

Maka dengan adanya kasus itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi menyimpan genset di ruangan tertutup.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul VIRAL Pesan WA Remaja bak Firasat Sebelum Tewas Kecelakaan, Broadcast ke Semua Teman: Aku Minta Maaf

Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved