Berita Sukoharjo Terbaru

Pohon Sonokeling Jadi Incaran Illegal Logging, Perhutani Wonogiri : Harga Tembus Puluhan Juta Rupiah

Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Wonogiri masih menyelidiki temuan kasus ilegal loging di hutan Perhutani perbatasan Sukoharjo - Wonogiri.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/AGIL TRI
Pohon di lahan milik Perhutani di Sukoharjo yang ditebang oleh pelaku pembalakan liar, Sukoharjo, Selasa (9/3/2021) 

"Saya menduga jumlah pelaku lebih dari 10 orang. Alasannya, batang pohon sonokeling sangat berat ditambah beratnya medan dengan kondisi perbukitan yang curam," ujar dia.

Batang pohon yang ditebang secara liar lantas diangkut menggunakan truk yang disiapkan pelaku di pinggir jalan di kawasan objek wisata Batu Seribu. 

Para pelaku menjalankan aksinya pada malam hari agar tak dicurigai warga setempat.

Temuan Ilegal Logging

Sebelumnya, Seorang warga di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo menemukan adanya aktivitas ilegal loging di Hutan milik Perhutani yang ada di Desanya. 

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti Perhutani, Pemdes, dan warga untuk melakukan patroli bersama, Selasa (9/3/2021).

Menurut salah seorang warga, Heru Saptono, aktivitas pembalakan liar itu baru diketahui tiga hari terakhir. 

"Biasanya aktivitas penebangan dilakukan selepas magrib hingga malam," kata dia. 

Hal ini dilakukan untuk menghindari patroli dari petugas Perhutani yang berjaga. 

Baca juga: Resah Ada Aktivitas Illegal Logging, Puluhan Warga Bulu Sukoharjo Patroli Hutan

Baca juga: Hutan Milik Perhutani di Sukoharjo Ditebang Ilegal, Pelaku Selalu Berhasil Lolos Patroli Petugas

Selain itu, para pelaku pembalakan liar itu juga tak menggunakan gergaji mesin. Sebab,  jika mereka menggunakan gergaji mesin, maka aktivitasnya akan segera diketahui. 

"Mereka menggunakan gergaji yang manual, supaya tidak berisik," ucapnya. 

Pria yang akrab disapa Heru itu mengatakan, jika aktivitas pembalakan liar itu tidak dilakukan beberapa orang saja. Namun hingga belasan dan puluhan orang. 

"Ada wanita dan anak-anak juga. Tugas mereka membawa kayu yang kecil-kecil ke bawah," jelasnya. 

Sebuah mobil juga telah disiapkan di jalan terdekat untuk membawa potongan kayu ini. 

Aksi ilegal loging ini sangat meresahkan warga, karena dapat merusak alam. 

"Padahal disini saya juga menanam pohon, agar hutan tetap lestari," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved