Breaking News:

Ramadhan 2021

Mengenal Masjid Agung Surakarta, Tak Berubah Meski Sudah Melewati 4 Abad

Masyarakat Kota Solo tentu tidak asing lagi dengan Masjid Agung Solo atau Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat.

montase : TribunSolo.com/M Irfan Al Amin
Masjid Agung Solo atau Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masyarakat Kota Solo tentu tidak asing lagi dengan Masjid Agung Solo atau Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat.

Masjid tersebut memilki sejarah yang panjang menemani perkembangan kehidupan masyarakat Solo.

Keberadaan Masjid Agung Solo ini bahkan sudab berabad-abad.

Baca juga: Kumpulan Doa ke Masjid, dari Doa Berjalan ke Masjid, Doa Masuk Masjid dan Doa Keluar Masjid

Baca juga: Viaduk Gilingan Solo yang Kebanjiran, Berjarak 250 Meter dari Masjid Raya Sheikh Zayed untuk Jokowi

Masjid Agung Solo, atau Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat, menjadi satu landmark Kota Solo yang wajib dikunjungi.

Ini adalah salah satu bangunan bersejarah di Solo yang bentuknya tak banyak berubah meski sudah melewati 4 abad berbeda.

Sejarah Asal-usul Masjid Al Fatih Kepatihan, Mahar Lamaran Raja Solo untuk Sang Pujaan Hati

Asal-usul Kecamatan Colomadu Terpisah dari Karanganyar : Mangkunegaran Tak Mau Lepas Daerah Emas

Pembangunan Masjid Agung Keraton Surakarta dilaksanakan pada masa kepemimpinan Sunan Paku Buwono III, tepatnya pada tahun 1763.

Sejak awal didirikan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat namun juga sebagai pendukung segala keperluan kerajaan seperti grebeg dan festival sekaten.

Berdiri di atas tanah komplek seluas 19.190 meter persegi, Masjid Agung Surakarta juga memiliki tinggi sekitar 20.765 meter dan nampak menjulang apabila dilihat dari tepi alun-alun.

Dilansir dari situs cagarbudaya.kemdikbud. go.id Masjid Agung Keraton Surakarta memiliki beberapa bagian antara lain ruang utama yang di dalamnya terdapat mihrab atau ruangan bagi imam.

Mihrab Masjid Agung Keraton Surakarta yang digunakan sebagai imam shalat (tribunsolo.com/ muhammadirfanalamin)Di tempat lain terdapat sayap kembar atau pawestren di sebelah utara dan selatan, emper, tratag rambat dan kuncung bangunan.

Halaman
1234
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved