Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

270 Tanah Kas Desa di Klaten Digilas Tol Solo-Jogja, Pelepasan Harus Musyawarah & Disetujui Bupati

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten memastikan total tanah kas desa yang tergilas tol Solo-Jogja ada 270 titik.

TribunSolo.com/Laily Rachev Biro Setpres
ILUSTRASI TOL : Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131,5 Kilometer yang diresmikan Presiden Joko Widodo Jumat (25/9/2020).Tol trans-Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 kilometer ini menelan biaya Rp 12,18 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, baik untuk masyarakat Riau maupun masyarakat yang melintasi Pulau Sumatera. 

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten memastikan total tanah kas desa yang tergilas tol Solo-Jogja ada 270 titik.

Ratusan tanah kasa desa itu tersebar di 50 desa yang berada di 11 kecamatan.

Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan, saat ini Satuan Kerja (Satker) pembangunan proyek trans Jawa itu masih terus melakukan inventarisasi dan identifikasi untuk memastikan luasan tanah kas desa.

"Kalau jumlahnya di perencanaan itu ada 270 bidang tanah kas desa yang ikut terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo di Klaten," ujar dia.

Baca juga: Proyek Tol Solo - Jogja Melintas Desa Kranggan Klaten: Makam hingga Bekas Gedung SD Ikut Tergusur

Baca juga: Kaya Mendadak, Bupati Klaten Ingatkan Penerima Uang Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Tidak Boros

Ia mengatakan, Satker pembangunan tol Yogyakarta-Solo telah melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) bagi warga pemilik tanah yang ada di enam desa di Klaten.

"Dari enam desa itu. UGR yang dibayarkan kepada warga pemilik tanah. Kalau TKD belum ada dilakukan pembayaran karena masih menunggu persetujuan," jelasnya.

Agung pun menjelaskan teknis pelepasan dan pembayaran UGR tanah kas desa yang ikut diterjang proyek strategis nasional (PSN) itu.

"Pembayaran tanah kas desa memerlukan persetujuan dari musyawarah desa dengan BPD dulu. Setelah musyawarah desa itu, baru diajukan permohonan pelepasan aset TKD itu ke Bupati," ujarnya.

Setelah itu, lanjut Agung Taufik Hidayat, dari Bupati Klaten juga diteruskan persetujuan pelepasan aset TKD tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah.

"Bila telah mendapat persetujuan Gubernur baru bisa dilakukan pembayaran TKD itu," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo mengatakan jika di desa yang ia pimpin terdapat 8 bidang tanah kas desa yang ikut diterjang pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.

"Tanah kas desa sebanyak 8 bidang itu jika ditotal luasnya sekitar 8.000 meter persegi," katanya.

Baca juga: Pemkot Solo Mati-matian Bikin Strategi, Agar Eksekusi Tanah Sengketa Sriwedari di Depan Mata Ditunda

Baca juga: Tol Solo-Ngawi Kembali Memakan Korban, Tabrakan Dua Truk Tewaskan Seorang Kernet Truk

Ia pun menambahkan, jika pihaknya bersama perangkat desa setempat telah mencarikan pengganti tanah kas desa yang bakal diterjang jalan tol tersebut.

"Saat ini kita langsung mencari pengganti tanah kas desa ini. Kita usahakan dapat gantinya di desa ini juga dan posisi tanahnya juga bagus," imbuh dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul 270 Tanah Kas Desa di Klaten Akan Diterjang Proyek Tol Yogya-Solo, Begini Proses Pelepasan Asetnya

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved