Breaking News:

Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Timnas Indonesia Ditarik dari All England 2021: Jangan Didiamkan

Presiden mememinta Kementerian untuk melakukan langkah-langkah yang cepat dan terbaik terutama untuk menyelamatkan atlet bulutangkis.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Ibu Negara Iriana, menyaksikan langsung laga final bulu tangkis beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Rabu (22/8/2018). Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L 

Tanggung Jawab BWF

Sementara itu Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Raja Sapta Oktohari, menyebut jika BWF dan panitia penyelenggara All England menjadi pihak yang harus bertanggung jawab.

Hal itu telah disepakati setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, yakni Kemenpora, PP PBSI, dan Dubes Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya.

"Sejak tadi pagi intens PBSI dan kami bersepakat bahwa apa yang terjadi sepenuhnya tanggung jawab BWF."

"Kemarin karena informasi masih sepotong-sepotong jadi kami masih beranggapan bahwa ini terjadi karena regulasi Inggris," kata Okto dalam konferensi pers di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (19/3/2021).

"Tadi malam, setelah jam 6 sore waktu Indonesia, kami zoom dengan Pak Dubes (Desra Percaya), di situ disampaikan bahwa apa yang terjadi cukup jelas sepenuhnya tanggung jawab BWF dan panitia," jelasnya.

Okto menilai BWF tidak profesional karena tidak dapat menyesuaikan dengan baik dalam menghelat turnamen dengan aturan pemerintah Inggris khususnya penerapan protokol kesehatan.

Ia pun tak ingin kejadian seperti ini terjadi kembali pada ajang Olimpiade 2021 Tokyo, Jepang.

Untuk itu, pihaknya terus mengupayakan agar BWF ke depan tak semena-mena dengan menuntut BWF segera meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan mengakui bahwa kejadian ini karena keteledoran kinerja mereka.

"Kalau mereka jeli beradaptasi dengan regulasi di Inggris, tentunya hal ini bisa diantisipasi dan tidak terjadi. Apalagi terjadinya kepada salah satu fanbase badminton terbesar di dunia," kata Okto.

"Kita akan upayakan terus agar BWF segera minta maaf, dan kita tidak mau preseden ini terjadi lagi apalagi sampai ke Olimpiade,"pungkasnya.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Abdul Majid)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Soal All England, Jokowi Beri Arahan Agar Indonesia Tak Tinggal Diam

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved