Breaking News:

Tim Bulutangkis Indonesia Pulang Tanah Air Hari Ini, Kemenpora Minta BWF Bikin Video Permintaan Maaf

Timnas Bulutangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari Turnamen All England 2021 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Minggu (21/3/2021).

Editor: Hanang Yuwono
Dok. YouTube AllEnglandBadminton
Logo All England. Pada All England 2021, seluruh Kontingen Indonesia dipaksa untuk mundur dari kejuaraan gegara temuan kasus Covid-19 pada penumpang pesawat yang ditumpangi para wakil Indonesia. 

TRIBUNSOLO.COM - Setelah terkatung-katung di Inggris, Tim bulu tangkis Indonesia akhirnya pulang ke Indonesia hari ini.

Timnas Bulutangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari Turnamen All England 2021 dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Pesan Satgas Covid-19 untuk Timnas Bulutangkis Indonesia: Jaga Kesehatan sampai Kembali ke Tanah Air

Baca juga: Jokowi Akhirnya Buka Suara soal Timnas Indonesia Ditarik dari All England 2021: Jangan Didiamkan

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga masih menunggu permintaan maaf federasi badminton dunia, BWF kepada rakyat Indonesa.

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berpose dengan trofi yang didapat setelah mengalahkan wakil China, Li Junhui/Liu Yuchen, pada laga final All England di Barclaycard Arena, Birmingham, Minggu (12/3/2017).
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berpose dengan trofi yang didapat setelah mengalahkan wakil China, Li Junhui/Liu Yuchen, pada laga final All England di Barclaycard Arena, Birmingham, Minggu (12/3/2017). (Kompas.com)

Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa S Broto, semalam.

Pria asal Yogyakarta itu mengakui bahwa BWF sejatinya memang sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait penarikan tim Indonesia dari All England 2021.

Namun, pihak Kemenpora merasa bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan untuk pihak yang jelas.

Bentuk permintaan maaf itu harus jelas ditujukan untuk pemerintah Indonesia, PBSI, dan rakyat Indonesia.

"Kami baru saja berkomunikasi dengan pihak BWF. Jadi, intinya harus ada permintaan maaf dari BWF kepada pemerintah Indonesia, PBSI, fans, dan bahkan rakyat Indonesia," ujar Gatot S Broto.

Oleh karena itu, Kemenpora meminta BWF menyampaikan permohonan maaf dalam dua bentuk, yakni video dan surat resmi.

"Insya Allah BWF akan melakukan dua hal. Pertama, permintaan maaf melalui video dan yang kedua dalam bentuk surat resmi."

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved