Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Ngarsopuro Bakal Dipermak Jadi 'Malioboro'-nya Solo, Gibran : PKL di Trotoar Harus Dirapikan

Kawasan Ngarsopuro Solo menjadi salah satu spot yang bakal dipermak menjadi layaknya Jalan Malioboro, Yogyakarta.

TribunSolo.com
KOLASE FOTO : Kawasan Pasar Malam Ngarsopuro (kiri) dan kawasan Jalan Malioboro (kanan). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kawasan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan hingga Jalan Diponegoro, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari (Ngarsopuro) bakal dipermak layaknya kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Itupun tengah dikaji Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Terlebih perbincangan dengan Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono telah dilakukan. Pembicaraan tersebut dilakukan saat Basoeki dan Gibran meninjau langsung kawasan Jalan Gatot Subroto, Sabtu (27/3/2021).

“Ya kan sudah kemarin saya tinjau bersama pak Menteri untuk lokasinya,” ujar Basoeki kepada TribunSolo.com, Minggu (28/3/2021).

Disulapnya kawasan Jalan Gatot Subroto bukan tanpa alasan. Gibran mengungkapkan dirinya ingin menjadikan kawasan tersebut menjadi potensi wisata Kota Solo.  

Baca juga: Diajak Gowes Bareng Elite Partai Gerindra, Mendadak Kondisi Gibran Kurang Fit,Kelelahan Terima Tamu?

Baca juga: Isi Pembicaraan Cak Imin dan Gibran di Loji Gandrung Solo, Bertemu Selama 30 Menit

“Intinya saya ingin Ngarsopuro ini jadi Malioboro-nya Solo tentu saya melihat potensi sebagai tempat wisata,” ujar dia.

“Nanti kami perencaaannya. Jadi harus ada beberapa perbaikan, beberapa PKL yang ada  di trotoar harus dirapikan,” tambahnya. 

Meski begitu, Pemkot Solo masih menunggu Detail Engineering Design (DED).

“Ya nanti dulu Kita rapihkan sedikit-sedikit. Ini baru dibuat DED-nya”  pungkasnya. 

Reaksi Warga

Sebelumnya, kabar mengejutkan kembali datang dari Kota Solo.

Ya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berharap Ngarsopuro di Jalan Diponegoro dan Jalan Gatot Subroto disulap seperti tempat bisnis dan wisata layaknya Malioboro.

Hal ini terungkap saat ada kunjungan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti, Jumat (26/3/2021).

Mendengar hal tersebut, warga menyambut baik dan antusias dengan rencana itu.

Penjual di Ngarsopuro, Hartono (59) mengatakan, rencana perubahan jalan di sepanjang Diponegoro akan diubah seperti Malioboro merupakan sebuah hal positif.

Baca juga: Protes Cara Menangani HRS, PA 212 Karanganyar Bentangkan Poster Bebaskan Habib Rizieq Shihab

Baca juga: Isi Eksepsi Habib Rizieq: Merasa Aparat Tak Adil, Singgung Kerumunan Jokowi, Gibran & Bobby Nasution

"Itu rencana yang bagus, ada peningkatan, jadi enak dipandang," kata dia kepada TribunSolo.com.

Hartono mengaku tak sabar dengan rencana Wali Kota Solo untuk mengubah Ngarsopuro menjadi seperti Malioboro.

Ia berharap, pelaksanaan tersebut bisa cepat dikerjakan dan rampung di tahun ini.

"Semoga rencana itu cepat terealisasi, " pungkasnya.

Taman Balekambang Juga Dipermak

Semetara itu, Kota Solo kembali digerojok bantuan pembangunan dari Pemerintah Pusat.

Kali ini, Taman Balekambang akan dipermak oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sinyal itu terlihat saat Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, datang ke Solo, Sabtu (27/3/2021).

Ia mengunjungi Taman Balekambang Solo bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam kunjungannya, Menteri PUPR meninjau langsung lokasi Taman Balekambang.

Rencananya, Kementerian PUPR akan membuat Taman Balekambang sebagai pusat kebudayaan di Kota Solo.

Baca juga: Tinjau Taman Balekambang Solo yang Bakal Direvitalisasi, Menteri PUPR Pilih Naik Panggung dan Nyanyi

Baca juga: Taman Balekambang Solo Bakal Dipermak, Pengelola : Semoga Sendratari Ramayana bisa Terus Ditampilkan

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, Basoeki bersama Dirjen Cipta Karya berkeliling untuk meninjau seluruh kawasan Taman Balekambang.

Lokasi yang dilihat dari dekat antara lain gedung kesenian, danau, taman bermain, area open stage Ramayana, lahan parkir, pagar luar, area yang masih milik Pemprov Jawa Tengah dan gapura taman sisi utara. 

Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono, mengatakan, proyek revitalisasi Taman Balekambang ini merupakan permintaan dari Presiden Jokowi.

“Ya intinya Presiden meminta kepada saya ingin membuat pusat kebudayaan di Pulau Jawa dan saya ingin menerjemahkan itu,” ujar Basoeki kepada TribunSolo.com, Sabtu (27/3/2021)

Dia mengaku, di era milenial seperti ini, kecintaan masyarakat terhadap kesenian tradisional sangat rendah.

“Sekarang ya susah cari tempat yang seperti ini di kota. Minat masyarakat Indonesia pada budaya pun sudah menurun. Maka itu kita harus lestarikan, pusat kebudayaan ini,” papar Basoeki.

Dalam proses perencanaan, Basoeki sampaikan dirinya tengah akan merencakan revitalisasi dengan matang.

“Saya harus hati-hati dalam menerjemahkan, dan harus hati-hati merevitalisasinya,” ujarnya.

Di samping itu, ia mengatakan akan melakukan kajian dan berbincang bersama budayawan dan Wali Kota.

“Bikin jembatan dan jalan tol lebih gampang. Ini budaya, kita harus punya rasa dan harus bicara lebih lanjut dengan budayawan,” tambah Basoeki.

Untuk proyek revitalisasi Balekambang ini, Basoeki mengaku akan menyusun rencana dan akan segera memulainya di tahun depan.

“Target tahun depan harus mulai. Ini kan tempat kesenian, harus lebih hidup,” ujar Basoeki.

Saat ditanyai anggaran, ia mengaku belum ada kalkulasi.

Ia masih ingin mendiskusikan lebih dalam dengan pihak-pihak terkait.

“Sulit budaya itu, enggak gampang,” tandasnya. (*)

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Adi Surya Samodra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved