Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Aksi Maling di Warung Gudeg Laksmi UMS Terekam CCTV, Pelaku Pura-pura Beli Kopi, Ternyata Curi HP

Aksi maling di warung nasi liwet dan gudeg ceker mbak laksmi cabang UMS tepatnya di Jalan Garuda Mas No. 23, Kartasura, Sukoharjo terekam CCTV. 

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ryantono Puji Santoso
istimewa dan TribunSolo.com/Azfar Muhammad
Kolase Foto pelaku dan suasana warung Gudeg Mbak Laksmi UMS. 

Pelaku ini juga diketahui tidak memarkirkan motorya di depan toko, namun malah di samping masjid dekat dengan toko tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, Soni menduga pelaku sudah berniat mencuri.

Saat di parkiran tersebut, pelaku memindahkan barang yang dia curi dari tas ke plastik.

"Pelaku dilihat dari gerak - geriknya sudah ada niat," papar dia.

Lantaran aksi pelaku meresahkan, akhirnya Soni memposting video aksi pencuriannya tersebut dan viral.

Minta Maaf dan Mengaku Khilaf

Aksi seorang wanita berhijab mencuri di toko kosmetik di kawasan UMS Solo tepatnya di jalan Gatak 1, Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo viral. 

Wanita berhijab tersebut, dalam rekaman CCTV yang ada terlihat awalnya memilih barang kosmetik.

Kemudian, terlihat gelagat mencurigakan dari pelaku yakni memasukan barang curiannya ke tas.

Baca juga: Viral Mercedes Benz Halangi Mobil Damkar di Bali Bikin Netizen Emosi, Terungkap Sosok Pengemudinya

Baca juga: Reaksi Gibran Ditanya Foto Viral Dirinya Duduk di Meja dan Menteri Basuki di Kursi: Disuruh Pindah

Hal tersebut diperkuat pada rekaman yang memperlihatkan wanita tersebut mengeluarkan kosmetik yang dia curi dan memasukannya dalam plastik.

TribunSolo.com menemui pemilik dari toko tersebut, Pemiliki Toko Kosmetik Sakura, Sony Indra Aditya membenarkan adanya kejadian itu.

Pemiliki Toko Kosmetik Sakura, Sony Indra Aditya.
Pemiliki Toko Kosmetik Sakura, Sony Indra Aditya. (TribunSolo.com/Azhfar Muhammad Robbani)

Kejadian tersebut viral pada Senin (29/3/2021).

Setelah video viral, pelaku pencurian kosmetik tersebut menghubungi Sony.

"Pelaku setelah viral menghubungi saya lewat WA toko," papar dia, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Viral Info Bunuh Diri di Asrama UNS, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya, Bukan Mahasiswa

Dia mengaku berinisial ST (24).

"ST meminta maaf dan mengaku khilaf," papar dia.

Pelaku juga meminta agar tidak dilaporkan pada pihak kepolisian, dia berjanji mengembalikan barang yang dia curi.

“Pelaku bilangnya alasannya khilaf dan mau dijual lagi,” ujar Sony.

Wantia Berhijab tersebut juga meminta agar rekaman CCTV yang beredar untuk dihapus.

“Dia juga memelas untuk menghapus video yang sudah terlanjur kami post,” tambahnya.

Ada Iktikad Baik

Sony mengatakan, saat ini yang terpenting pelaku memiliki iktikad baik untuk mengembalikan barang curiannya.

Namun, dia merahasiakan soal kapan keduanya akan bertemu nanti.

"Kita lihat nanti seperti apa datang kesini," kata Sony.

Baca juga: Viral Fenomena Makam Menggelembung di Padang Pariaman, Ternyata Begini Penjelasan Ahli Geologi

Sony bercerita, sebelumnya sudah ada kejadian tokonya kemalingan pada tahun 2020.

Namun, dirinya mengikhlaskan.

Dia mengucapkan terimakasih pada pihak yang membantu membantu atas kasus pencurian di tokonya tersebut.

Kisah viral lainnya, Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengunjung Hotel di Malang menjadi viral di media sosial.

Hal ini lantaran terdapat isu mistis dari lantai 4 dan 5ditutup alias tidak difungsikan lagi untuk disewakan kepada tamu.

Baca juga: Viral Cerita Horor di Hotel Niagara Malang, Manajemen Klarifikasi dan Beberkan Fakta Sebenarnya

Setelah ditelusuri viralnya isu tersebut ternyata di Hotel Niagara Malang.

Berbeda dari kabar yang beredar, rupanya alasan lantai 4 dan 5 Hotel Niagara Malang ditutup tak ada kaitannya dengan hal-hal mistis.

Hal itu diungkapkan langsung oleh pemilik sekaligus General Manager (GM) Hotel Niagara, Ongko Budiarto.

Ongko Budiarto awalnya menegaskan bahwa video yang viral di TikTok tentang hotelnya tidak benar.

Ia menegaskan tidak ada hal mistis atau kejadian aneh yang terjadi di Hotel Niagara Malang.

Menjawab rasa penasaran publik, Ongko kemudian menjelaskan fungsi tiap lantai di hotel yang terletak di Jalan l. Dr. Sutomo No.63, Lawang, Malang tersebut.

Pasalnya, beredar kabar bahwa lantai 4 dan 5 hotel tidak dioperasikan karena adanya kejadian misterius di masa lalu.

Ongko menjelaskan terdapat 5 lantai di Hotel Niagara Malang. pihaknya pun membenarkan lantai 4 dan 5 tidak berfungsi.

"Lantai 1 adalah publik area, ada dua kamar saja, satu ditempati keluarga kami kalau datang, satu lagi kamar klasik dengan kamar mandi luar, selebihnya publik area," kata Ongko saat diwawancara ekslusif oleh Surya.co.id, Senin (29/3/2021).

"Lantai 2 ada enam kamar, ada beberapa jenis kamar. Lantai 3 ada tujuh kamar, lantai 4 dan 5 sebenarnya juga kamar, namun sekarang tidak kami fungsikan," jelasnya.

Baca juga: Viral Fenomena Makam Menggelembung di Padang Pariaman, Ternyata Begini Penjelasan Ahli Geologi

Ongku menjelaskan alasan mengapa lantai 4 dan 5 Hotel Niagara Malang tidak difungsikan.

Berbeda dari narasi yang beredar, ternyata alasan lantai 4 dan 5 tidak dioperasikan karena terkendala akses lift.

Tak hanya itu, dua lantai tersebut sebelumnya difungsikan, namun ditutup pada tahun 2000-an saat hotel direnovasi.

"Kalau mau naik ke atas kan naik lift, lift-nya nggak jalan. Kalau lantai 6 itu rooftopnya," terang Ongku.

"Tutupnya tahun 2000-an barusan saja, sebelumnya difungsikan. Karena kita tahun itu ada renovasi total dan tutup sekitar 1 tahun, lantai 4 dan 5 belum kita fungikan sampai sekarang," jelasnya.

Meskipun tak difungsikan, pihak hotel tetap membersihkan ruang publik lantai 4 dan 5 secara berkala.

Baca juga: Viral Foto Gibran Duduk di Meja dan Menteri Basuki di Kursi, Ternyata ini yang Terjadi Sebenarnya

Sejarah Singkat Hotel Niagara

Ongko Budiarto mengungkapkan Hotel Niagara awalnya merupakan villa pribadi milik keluarga 'Liam Sian Joe" yang berasal dari Belanda.

Bangunan ini dirancang oleh arsitek ternama dari Brasil, Mr. Fritz Joseph Pinedo yang memadukan arsitek bergaya Brasil, Belanda, Tiongkok dan Victoria.

Gedung ini memiliki tinggi 35 meter dengan 5 lantai dan dibangun selama kurang lebih 15 tahun.

Namun Liem Sian Joe dan keluarga hanya menempatinya sampai tahun 1920-an saja, karena dia meninggalkan Indonesia dan menetap di Belanda.

Setelah ditinggal oleh pemiliknya villa keluarga ini mulai jarang digunakan dan kurang terawat selama bertahun-tahun.

Pada tahun 1960 salah seorang ahli waris keluarga Liem Sian Joe menjualnya kepada seorang pengusaha yang berasal dari Surabaya bernama "Ong Kie Tjai".

Setelah dilakukan sejumlah pembenahan mulai tahun 1964, gedung tersebut difungsikan sebagai hotel dan diberi nama '"Hotel Niagara"'.

Hotel Niagara menjadi perbincangan publik setelah menjadi salah satu konten warganet di aplikasi TikTok.

Dari video tersebut, pengunggah mengaku tak tahan berada di hotel tersebut karena merasakan aura mistis.

Ia dan pasangannya mengaku hanya bertahan 15 menit saja dan memutuskan untuk check out.

Kendati demikian, kabar mistis terkait Hotel Niagara Malang dibantah oleh Ongku Budiarto.

Pihaknya mengaku pernah tinggal di bangunan lawas tersebut bertahun-tahun, namun tidak menemui kejadian mistis apapun.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Terungkap Misteri Lantai 4 dan 5 Hotel Niagara Malang Ditutup, Ternyata Bukan Karena Hal Mistis

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved