Ramadhan 2021

Inilah yang Terjadi pada Tubuh saat Berpuasa, Peneliti Pastikan Aman Walau Kita Merasa Lemas

Proses itu mengakibatkan tubuh kehabisan energi, mode puasa kemudian berubah menjadi mode kelaparan yang lebih serius.

Editor: Hanang Yuwono
KOLASE TRIBUN VIDEO
Ilustrasi puasa Ramadhan 

TRIBUNSOLO.COM - Umat Muslim tidak makan dan minum selama beberapa jam saat puasa Ramadhan.

Tubuh pun tidak mendapatkan nutrisi yang biasanya disediakan oleh makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat tak mendapatkan nutrisi yang sangat diperlukan?

Baca juga: Tak Sempat Baca Niat Puasa Ramadhan? Ini Dia Hukum dan Solusinya

Baca juga: 8 Makanan Buka Puasa yang Sehat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh, Termasuk Pisang hingga Apel

Berpuasa atau tidak, tubuh tetap membutuhkan energi.

Sumber energi utama bagi tubuh adalah zat gula atau disebut glukosa yang biasanya berasal dair karbohidrat.

Saat tak berpuasa, kita memperoleh karbohidrat itu dari konsumsi nasi, biji-bijian, buah, sayur tertendu, bahkan dari makanan manis.

Hati dan otot menyimpan glukosa dan melepaskannya ke aliran darah kapan pun tubuh membutuhkannya.

Namun selama berpuasa, proses ini tentu saja berubah.

Setelah sekitar 8 jam berpuasa, hati akan menggunakan cadangan glukosa terakhirnya.

Pada titik ini, tubuh memasuki keadaan yang disebut glukoneogenesis, atau perubahan tubuh ke 'mode puasa'.

Mengutip Medical News Today,  penelitian menunjukkan glukoneogenesis meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh.

Tanpa karbohidrat yang masuk, tubuh menciptakan glukosa sendiri yang sumber utamanya berasal dari lemak.

Proses itu mengakibatkan tubuh kehabisan energi, mode puasa kemudian berubah menjadi mode kelaparan yang lebih serius.

Pada titik ini, metabolisme melambat dan tubuh mulai membakar jaringan otot untuk menghasilkan energi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved