Berita Solo Terbaru

Bila Sosiliasi Rampung, Pengukuran Luas Lahan Tergusur Rel Layang Joglo Solo Dilakukan Minggu Depan

Pengukuran 535 hunian terdampak pembangunan proyek rel layang Joglo akan dilakukan pekan depan.

TribunSolo.com/Azfar Muhammad
Pemilik warung nasi Anik Sumiani yang akan terdampak penggusuran proyek rel layang simpang Joglo di Kelurahan Nusukan RT 01 RW 8, Kecamatan Banjasari, Kota Solo, Kamis (11/3/2021). 

Sosialisasi dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Balai Teknik Perkeretaapian Perkeretaapian I Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta.

Sosialisasi baru diberikan ke 535 kepala keluarga yang menetap di lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Sementara para pemilik lahan hak milik baru mendapat sosialisasi pekan depan.

Baca juga: Update Rel Layang Joglo: Identifikasi Lahan Terdampak, Ganti Rugi Bakal Dikirim Langsung ke Rekening

Baca juga: Terjawab Sudah, Perempuan Berhijab yang Temani Kaesang Cek Seleksi Persis Solo, Benar Nadya Arifta

Kabag Pemerintahan Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Haryono Bambang menjelaskan sosialisasi sebagai tahap awal rencana pembangunan rel ganda fase 1.

Rel tersebut bakal dibangun di jalur relasi Stasiun Solo Balapan - Stasiun Kadipiro dengan didahului pembangunan rel layang Joglo.

Pembangunan tersebut dilakukan sepanjang 1,8 kilometer dari utara Viaduk Gilingan hingga Stasiun Kadipiro.

"Kami sosialisasikan penanganan dampak sosial karena lokasi yang akan digunakan untuk elevated track ini adalah lahan-lahan PT KAI yang selama ini dimanfaatkan untuk warga, baik untuk lokasi usaha maupun untuk rumah tinggal," jelas dia, Jumat (2/4/2021).

Haryono menjelaskan berdasar hasil pendataan dan verifikasi, sedikitnya ada 535 bidang bangunan di lahan milik PT KAI yang terdampak.

Itu akan ditertibkan dalam waktu dekat supaya pelaksanaan pembangunan rel layang bisa segera dieksekusi.

"Sosialisasi dimulai pekan ini seperti di Kelurahan Nusukan Rabu (31/3/2021) ini. Sebelumya di Kelurahan Joglo, dan selanjutnya di Kelurahan Gilingan," jelas dia.

"Totalnya ada 535 bidang terdampak yang dihuni warga, ini yang di lahan PT KAI semua," tambahnya.

Sementara, sosialisasi para pemilik lahan hak milik sampai saat ini masih dirumuskan.

"Kalau lahan hak milik mekanismenya berbeda, kami masih belum menyentuh ke sana karena sementara ini masih penyelesaian yang di lahan PT KAI dulu," tambahnya.

Baca juga: Foto-foto Mewahnya Pesta Lepas Bujang Atta Halilintar, Dihadiri Al Ghazali hingga Verrell Bramasta

Baca juga: Putrinya Masuk Kedokteran di Kampus Elit, Curhat Dian Nitami Harus Irit Tak Beli Tanaman Hias Mahal

Identifikasi Hunian

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved