Bukan Orang Sembarangan, Sosok Pemasok Senjata ke Penyerang Mabes Polri: ZA Harus Punya KTA Perbakin

Sosok penjual airgun kepada ZA, penyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) beberapa waktu lalu akhirnya terungkap.

Editor: Ilham Oktafian
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI : Petugas kepolisian melakukan penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Condet, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap dua terduga teroris di kediamannya yang juga dijadikan ruang pamer (showroom) mobil bekas. Penangkapan kedua terduga teroris ini berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) pagi. 

TRIBUNSOLO.COM - Sosok penjual airgun kepada ZA, penyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) beberapa waktu lalu akhirnya terungkap.

Dia adalah MK, yang merupakan mantan narapidana kasus terorisme.

Dia pernah menyerahkan diri ke polisi pada 2010 setelah diduga terlibat dalam pelatihan teroris di Bukit Jalin, Jantho, Aceh Besar.

"Benar, MK mantan narapidana teroris. Alumni Jalin," kata Yudi Zulfahri yang juga mantan terpidana kasus terorisme untuk kasus yang sama, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Kronologi Penangkapan Petani oleh Densus 88 di Prambanan Klaten: Ditangkap Saat Matahari Terbit

Baca juga: Cerita Istri Terduga Teroris Terlilit Utang Didengar Jokowi, Hati Presiden Tersentuh & Beri Santunan

Yudhi, kini merupakan Direktur Yayasan Jalin Perdamaian yang bergerak dalam deradikalisasi eks narapidana kasus terorisme, membenarkan MK punya bisnis penjualan airgun.

Menurut Yudhi, bisnis itu berjalan secara resmi dan punya laman daring sehingga bisa dipesan bebas.

Setiap pembeli airgun dari MK, disebut Yudhi, harus memperlihatkan Kartu Tanda Kependudukan (KTP) dan kartu tanda keanggotaan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).

Hanya saja, Yudhi tidak tahu usaha yang dijalankan MK terdaftar di Perbakin atau tidak.

Sebagai sesama mantan terpidana kasus terorisme, Yudhi mengaku masih sering berkomunikasi dengan MK.

Baca juga: Sosok Terduga Teroris Warga Tulung Klaten, Kades : Dikenal Seorang Pendakwah, Berpendidikan Tinggi

Baca juga: Istri Terduga Teroris di Klaten Sempat Tak Tahu Suaminya Ditangkap : Pulang ke Rumah Ada Densus 88

Dia pun menilai MK sudah tidak punya pemikiran radikal lagi. Bahkan MK disebut selalu hadir dalam kegiatan deradikalisasi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"MK sudah meninggalkan paham radikalisme, Saya tidak yakin MK terlibat dalam jaringan terorisme, karena kami sering berdiskusi. Sudah jauhlah dari kata radikalisme itu," kata Yudhi.

Baca juga: Kesaksian Keluarga di Ceper Klaten : Begini Cara Densus 88 Tangkap HS Terduga Teroris saat Pagi Buta

Baca juga: Ini Sosok 7 Orang Terduga Teroris di Jateng-DIY, yang Ditangkap Densus 88 Hanya dalam Waktu Sehari

MK sudah ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Kamis (1/4/2021). Kini dia berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono juga membenarkan hal tersebut.

Sebagai informasi, senjata airgun kaliber 45 milimeter yang dibeli ZA dari MK dipakai saat menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Kesaksian Keluarga di Ceper Klaten : Begini Cara Densus 88 Tangkap HS Terduga Teroris saat Pagi Buta

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved