Breaking News:

Mewahnya Pra Desain Istana Negara Ibu Kota Baru, Begini Cerita Perancang yang Menang Sayembara

I Nyoman Nuarta berhasil memenangkan sayembara desain Istana Negara Ibu Kota Baru. Ternyata ada cerita panjang di balik kemenangannya itu.

Istimewa
Desain bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan Timur. 

TRIBUNSOLO.COM - I Nyoman Nuarta berhasil memenangkan sayembara desain Istana Negara Ibu Kota Baru.

Ternyata ada cerita panjang di balik kemenangannya itu.

Seniman asal Tabanan, Bali itu mengaku tak menyangka bisa memenangkan sayembara.

Baca juga: Meski Ibu Kota Jakarta PSBB, Kampung Halaman Jokowi di Solo Tetap New Normal Tapi dengan Pengetatan

Baca juga: Mewah, Inilah Desain Masjid Hadiah Pangeran Arab untuk Jokowi di Solo, Sabtu Besok Mulai Dibangun

Ini lantaran biasanya dirinya sering kalah dalam sejumlah ajang sayembara.

Namun, pria yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat itu berhasil.

Untuk mengetahui lebih jauh mengetahui proses di balik terpilihnya ia sebagai pemenang sayembara, Tribun Bali mewawancarai Seniman Nyoman Nuarta. Berikut petikannya:

Selamat kepada Pak Nyoman sudah memenangkan sayembara desain istana negara baru. Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda menyangka bakal meraih prestasi ini?

Nyoman Nuarta, seniman asal Tabanan, yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat memenangkan desain ibukota yang baru. Kisah di balik menangnya Nyoman Nuarta di sayembara tersebut ada di dalam artikel ini.
Nyoman Nuarta, seniman asal Tabanan, yang kini tinggal di Bandung, Jawa Barat memenangkan desain ibukota yang baru. Kisah di balik menangnya Nyoman Nuarta di sayembara tersebut ada di dalam artikel ini. (Istimewa)

Saya sebenarnya nggak menyangka. Karena saya biasanya sering kalah. Tahun ini aja saya ada kalah empat malah, ikut airport di Batam kalah, di Jakarta kalah, di Bali kalah, terus bikin Patung Komodo itu kalah juga. Banyak kalah.

Bisa diceritakan mengenai kisah di balik menangnya Anda di sayembara tersebut?

Saya diundang Kementerian PUPR pada Kamis (27/2/2020), untuk ikut sayembara terbatas. Yang dipilih ada beberapa arsitek. Dan satu-satunya orang yang mereka sebut itu bukan saya. Lalu kita dikasih waktu 12 hari untuk mewujudkan konsep gagasan desain dalam bentuk visual.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved