Breaking News:

Penanganan Covid

Momen saat Menlu Retno Tagih China Agar Tepat Waktu Kirimkan Vaksin Covid-19 ke Indonesia

Menlu Retno menagih komitmen pemerintah Tiongkok tepat waktu dalam pengiriman vaksin covid-19 seperti yang sudah dijadwalkan.

Dok Kemlu RI
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA –Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam lawatannya ke Wu Yi, Provinsi Fujian, China pada Jumat (2/4/2021) membahas soal kerjasama dalam hal vaksinasi Covid-19.

Menlu Retno menagih komitmen pemerintah Tiongkok tepat waktu dalam pengiriman vaksin covid-19 seperti yang sudah dijadwalkan.

Hal itu ia sampaikan kepada Menlu China Wang Yi.

Baca juga: Solusi Ahli Kesehatan Terkait Larangan Mudik Lebaran 2021: Lebih Baik Kebut Vaksinasi Lansia

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Klaten Dimulai 5 April, Tapi Baru 58 dari Target 370 Guru yang Disuntik Vaksin

"Indonesia mengharapkan agar pemerintah RRT akan terus memberikan dukungan agar pengiriman vaksin yang telah menjadi komitmen yang mengikat (binding commitment) dapat dilakukan sesuai jadwal yang ada," kata Retno pada konferensi pers, Jumat (2/4/2021) petang.

Menlu Retno sangat menyayangkan munculnya berbagai pembatasan dan larangan ekspor negara-negara produsen vaksin dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia.(HO/SETPRES/AGUS SUPARTO)
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Penyuntikan perdana vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia.(HO/SETPRES/AGUS SUPARTO) (kompas.com)

Pembatasan dan larangan-larangan menurutnya sangat berpengaruh terhadap laju rantai pasok penyediaan vaksin bagi dunia, baik melalui jalur bilateral maupun melalui jalur multilateral.

"Jika pembatasan dan pelarangan ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan semakin lama dunia dapat lepas dari pandemi secara bersama dan akan semakin lama pemulihan ekonomi dapat dilakukan secara bersama," ujar Retno.

Sebagai salah satu co-chairs dari COVAX AMC Engagement Group, Retno merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyerukan kerja sama agar kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua negara dapat terlaksana.

Menlu Retno kembali membahas upaya penguatan kerja sama vaksin tersebut dengan Menlu Wang Yi, maupun langsung dengan para produsen vaksin di Tiongkok, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

"Selain membahas kerja sama jangka pendek, kita juga membahas kerja sama vaksin dalam konteks jangka panjang. Yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai hub vaksin di Asia Tenggara," ujarnya.

Indonesia mengusulkan antara lain kerja sama penguatan riset pengembangan vaksin, pengembangan industri bahan baku dan peningkatan kapasitas produksi vaksin nasional.

Ia menegaskan ide yang diusulkan Indonesia itu masih di tahap awal.

"Semua ide ini akan kita bahas lebih lanjut. Tetapi secara prinsip RRT memberikan dukungan terhadap inisiatif ini," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Menlu Retno Tagih Komitmen China Agar Tepat Waktu Kirimkan Vaksin Covid-19

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved