Santainya Terduga Teroris Jakarta : Jemur Bahan Peledak di Depan Rumah, lalu Dimasukkan Toples Sosis

Ahmad mengaku pernah diminta menjemur bahan peledak di rumahnya oleh terduga teroris lainnya Zulaimi Agus.

Editor: Ilham Oktafian
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Sejumlah atribut FPI yang disita dalam penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021). 

Usai kajian keagamaan, kata Ahmad, pembahasan pun berganti mengenai isu keadaan negara.

Yang paling disoroti, protes terhadap negara yang mulai dikuasai oleh Tiongkok.

"Setelah kajian kami banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai oleh Tiongkok, masalah tenaga kerja, kekayaan alam serta kekuatan industri telah dikuasai oleh Tiongkok," ujar dia.

Ia menyatakan pihaknya kemudian diajak melakukan pelacakan terhadap industri Tiongkok yang berada di Indonesia.

Tujuannya, tempat itu menjadi salah satu target untuk aktivitas terornya.

"Akhirnya teman saya yang bernama Bambang dan Agus memberikan semangat untuk mengajak melakukan pelacakan di industri-industri Tiongkok yang berada di Indonesia," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga mengaku tergabung sebagai simpatisan FPI.

Baca juga: Ini Sosok 7 Orang Terduga Teroris di Jateng-DIY, yang Ditangkap Densus 88 Hanya dalam Waktu Sehari

Baca juga: Cerita Istri Terduga Teroris Terlilit Utang Didengar Jokowi, Hati Presiden Tersentuh & Beri Santunan

Dia baru bergabung sejak Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia.

"Saya Ahmad Junaidi, salah satu anggota simpatisan FPI sejak Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia," ujar dia.

Ditemukan Atribut FPI hingga Buku Karya Habib Rizieq

Sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi ditunjukan setelah penangkapan empat orang terduga teroris pasca bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021).

Barang bukti itu diamankan berasal dari dua kediaman terduga teroris, yakni Serang Baru, Bekasi dan Condet, Jakarta Timur pada Senin (29/3/2021).

Di antaranya sepotong seragam berlogo Front Pembela Islam ( FPI), buku FPI berjudul 'Amar maa'ruf nahi mungkar', selebaran Tabligh Akbar Aksi Bela Islam, spanduk 212, emblem Laskar FPI hingga Kaos Bang Japar (Jawara dan Pengacara).

Dari dua lokasi juga disita 4 bom rakitan aktif high explosive berupa bom kaleng bersumbu, serta 5 toples bahan peledak seberat 3,5 kg yang dapat dijadikan 70 bom pipa.

Baca juga: Kehadiran Jokowi-Prabowo di Pernikahan Atta-Aurel Punya Makna Tersirat Kata Pengamat, Terkait 2024

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved