Berita Sukoharjo Terbaru

Sejarah Penemuan Keraton Kartasura : Berupa Hutan Penuh Rusa, Hingga Jadi Kompleks Makam

Benteng tua yang mengelilingi bekas Keraton Kartasura di Desa Ngadirejo, Sukoharjo menjadi saksi bisu sejarah panjang kerajaan Mataram Islam.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Adi Surya Samodra
TRIBUNSOLO.COM/Krisna Sumargo
ILustrasi : Puing-puing Keraton Kartasura, saksi bisu runtuhnya Kerajaan Mataram Islam karena perang saudara. 

Lewat tradisi sadranan ini diharapkan bisa mengangkat dan mengenal Keraton Kartasura

Selama ini lebih dikenal sebagai pemakaman bukan sebagai bekas kerajaan, padahal bisa untuk wisata sejarah.

Sementara itu kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandasari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng menambahkan tradisi sadranan ini harus dilestarikan dan dimunculkan kembali. 

Baca juga: Cerita Tentang Surya Hastono, Juru Kunci Keraton Kartasura, Dapat Gaji Rp 107 Ribu per Bulan

Baca juga: Sosok Surya Hastono Juru Kunci Keraton Kartasura : Pernah 13 Kali Gagal Ujian CPNS, Sebelum Jadi ASN

Dengan bisa mengembalikan roh sebagai Keraton Kartasura bukan pemakaman.

"Ini warga biar tahu kalau di sini pernah berdiri Keraton Kartasura. Tradisi ini sangat bagus, apalagi perawatan rutin dilakukan, bahkan sekarang sudah ada petugas BPCB yang tugas di sini,' tuturnya.

Gusti Moeng menegaskan, bagi Keraton Kasunanan Surakarta di sini ada leluhur yakni Nyai Sedah Mirah yang dimakamkan. 

Ia merupakan ahli politik perempuan pada masa PB III dan menjadi pengageng perintah keputren yang membawahi pemerintahan putri-putri di keraton.

"Ini sudah jadi kewajiban keraton untuk tetap menjaga dan melestarikan makam beliau di bekas Kerajaan Kartasura," ucapnya. 

"Saya berterima kasih dengan warga dan kelompok masyarakat yang sudah sadar untuk melestarikan, berharap kedepan ada perhatian dari pemerintah," tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved