Bocah Klaten Tewas Latihan Silat

Tragedi Pilu di Ceper Klaten : Ika Histeris, Adik Kesayangan Pulang Latihan Silat Tinggal Jenazah

Peristiwa pilu terjadi di Klaten, seorang pesilat remaja meninggal setelah mengikuti latihan di Palar, Ceper, Klaten. Keluarga terpukul dan histeris

dokumen TribunSolo.com
MRS (15) siswa MTS asal Klengen RT 15 RW 7 Srebegan, Ceper, Klaten meninggal dunia saat latihan silat di lapangan Palar, Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten. 

AKP Nanung menambahkan, para pelaku ini dijerat Pasal 76c UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 359 KUHP menghilangkan nyawa orang lain.

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara," jelas dia.

Update Corona Klaten 10 Juli 2020: Tak Ada Penambahan Kasus Positif

Orangtua Bawa ke Ranah Hukum

Meninggalnya FAR (15) warga Dukuh Jamur RT 01 RW 08, Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo membawa duka mendalam bagi keluarga.

FAR yang baru saja diterima di SMK Muhammadiyah Kartasura itu meninggal dunia saat mengikuti latihan silat di SD Negeri 1 Trangsan.

Menurut Paman FAR, Sutejo (49), pihak keluarga telah membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Sudah dilaporkan ke Mapolsek Gatak," katanya saat ditemui di rumah duka, Minggu (5/7/2020).

"Dilaporkan oleh orang tuanya semalam," imbuhnya.

Rayakan Ultah dengan Pesta Seks, 37 Pasangan di Bawah Umur Diamankan Beserta Kondom dan Obat Kuat

Dia mengatakan, pelaporan tersebut untuk mengungkap kasus dibalik meninggalnya korban.

Mengingat keluarga menemukan kejanggalan atas kematian korban.

sekitar pukul 21.30 WIB, keponakannya itu dilaporkan jatuh, dan pada pukul 22.00 WIB korban dibawa ke Puskesmas Gatak.

"Kata petugas yang jaga di Puskesmas Gatak, saat dibawa kesana (FAR) sudah meninggal dunia," jelasnya.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk dilakulan otopsi.

"Yang saya tau lukanya ada di mulut dan di rahang, ada luka lecet disana," ungkap dia. 

"Lalu ada pendarahan," jelasnya.

Punya Efek Buruk Kesehatan, Simak 7 Makanan yang Perlu Dihindari saat Sarapan, Termasuk Sereal

Untuk luka dalam, Setejo belum bisa memastikan, lantaran hasil otopsi belum keluar.

Dengan berbagai kejanggalan itu, keluarga berharap pihak kepolisian bisa mengusut penyebab kematian korban.

"Jika nanti ada unsur kesengajaan, nanti biar pihak kepolisian yang meneruskan proses hukumnya," katanya.

Setelah dari RSUD dr. Moewardi Solo, korban kemudian dibawa kerumah duka untuk di salatkan.

Selanjutnya, jenazah korban di kebumikan di TPU Jamur yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 14.15 WIB. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved