Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Ramadan 2021, Pemkot Solo Izinkan Buka Puasa Bersama, Asal Penuhi Syarat Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melonggarkan sejumlah aturan selama Ramadan 2021 ini.Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi Salat Tahajud untuk Dapatkan Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari 1000 Bulan 

Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dibatasi jumlah kehadirannya paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid dan musala.

"Menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah dan mukena masing-masing," tutur Yaqut.

Pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Pengurus dan pengelola masjid atau musala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah.

"Melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing," ucap Yaqut.

Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan;

Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.

Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah.

Serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

Para mubaligh atau penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.

Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Tips Aman Salat Tarawih

Bulan Ramadhan sebentar lagi dan diperkirakan akan dimulai pertengahan April 2021.

Namun serupa pada Ramadhan tahun lalu, saat ini pandemi Covid-19 belum juga berlalu.

Beberapa ibadah yang biasanya dilakukan selama bulan ramadhan mau tidak mau diurungkan demi kebaikan bersama.

Misalnya salat tarawih. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun lalu menerapkan aturan salat tarawih secara individu atau berjamaah bersama keluarga di rumah saja.

Namun, menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman, salat tarawih bisa saja dilakukan.

Tidak hanya di zona hijau saja, karena menurutnya semua zona harus disikapi secara serius.

Hanya saja dalam penyelenggaraan, ada beberapa hal yang wajib dilakukan.

Demo Rohingya
Demo Rohingya (Sputnik/ Evgeny Odinokov)

Pertama penerapan tetap menerapkan protokol yang telah dibuat pemerintah yaitu 5M dan 3T.

Kedua adalah membuat aturan khusus pada masjid yaitu membatasi kapasitas dan membagi dalam beberapa kloter.

"Kapasitas ditentukan dan dibatasi waktunya, supaya bisa bergatian. Jarak juga disesuaikan yaitu 4 meter persegi. Misalnya luas masjid tadinya bisa menampung 100, buat hingga 25 atau 40 orang. Selain itu jeda di dalam masjid juga di atur. Jangan lebih dua jam," katanya saat diwawancara, Senin (29/3/2021).

Kemudian menurut Dicky, sirkulasi udara di dalam masjid juga perlu diperhatikan.

Di Indonesia sendiri tidak perlu menggunakan AC.

Cukup kipas angin jendela yang dibiarkan terbuka lebar.

Selanjutnya harus ada pendataan siapa saja yang berkunjung ke masjid.

Karena itu harus ada petugas masjid khusus yang mengatur itu semua.

Selain itu harus selalu dibiasakan memakai masker walau sudah berada di dalam masjid.

Jangan lupa membawa alas salat sendiri.

"Ketika sudah waktunya dipersilahkan untuk langsung pulang dan menghindari keramaian. Ini tentu untuk kebaikan bersama," katanya lagi.

Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul: Pemerintah Perbolehkan Salat Tarawih dan Ied Berjamaah

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved