Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Bukan Disimpan di Bawah Bantal, Petugas Temukan HP Disembunyikan di Plafon Kamar Tahanan Rutan Solo

Razia yang dilakukan kembali menyasar warga binaan Rutan Klas IA Solo.

TribunSolo.com/Istimewa
Razia oleh aparat gabungan di Rutan Klas I Solo, Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Rabu (7/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Razia yang dilakukan kembali menyasar warga binaan Rutan Klas IA Solo.

Adapun dilakukan di Blok C Kamar 1 dan Blok D kamar 9 pada Selasa (7/4/2021) malam.

Penggeledahan dilakukan oleh BNN Kota Solo, Balai Pemasyarakatan (Bapas), TNI dan Polri.

Sejumlah barang disita di antaranya, dua buah handphone, charge hp, mp3, korek, kabel hingga senjata tajam (sajam).

Baca juga: Setahun Hanya di Rumah karena Pandemi, Inilah Tingkah Mahasiswa UNS Bisa Belajar Lagi di Kampus

Baca juga: Kondisi Terkini Lalu Lintas di Klaten saat Libur Panjang, Ramai Lancar Tak Ada Razia Kendaraan

Kepala Rutan Klas IA Solo, Urip Dharma Yoga, mengungkap kepemilikan handphone yang disimpin di atas plafon kamar.

"Untuk handphone kita masih mencari pemiliknya siapa, kemudian bagaimana bisa masuk," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

"Apalagi disimpan di atas plafon," akunya menekankan.

Penggeledahan mendadak ini sesuai surat perintah Dirjen Pemasyarakatan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57.

Setelah penggeledahan pihak rutan akan meningkatkan kewaspadaan dan lebih selektif terhadap pemeriksaan orang dan barang.

"Untuk HP kita serahkan kepada pihak yang berwajib untuk pengembangan kasus selanjutnya," ungkap dia.

Sementara itu, penggeladahan kamar wak ada pengetesan urine.

"Kebetulan Dari BNNK kemarin tidak membawa alatnya, Dan alat tes kita juga habis dan masih menunggu kiriman dari Kanwil," jelasnya.

Baca juga: Rutan Solo Dirazia, HP Milik Tahanan Disita dan Diperiksa, Polisi Telusuri Transaksi Narkoba

Ketua BNNK Solo, Triatmo Hamardiyono mengatakan, penggeledahan Rutan sebagai bukti bebas dari peredaran narkoba.

"Langkah ini, juga untuk merubah pola-pola tertentu, karena mereka (narapidana) tentunya juga mempelajari pola yang diterapkan," aku dia. (*)

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved