Breaking News:

Tak Bikin Dompet Kempes, Wong Solo Ini Jual Gelato Cukup Murah, Apalagi Punya 20 Varian Rasa

Meskipun memang biasanya harga gelato cukup merogoh isi dompet, karena lebih mahal dibandingkan es krim.

TribunSolo.com/Azfar Muhammad
Penampakan Mogen Gelato yang siap disantap pembeli di Jalan Letjend S Parman No.48, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (7/4/2021). 

Disamping itu, Nardi mengatakan memiliki cerita lain dibalik nama Mie Ayam Pocong.

“Dulu saat masih banyak pemburu hantu, ternyata para pemburu pernah melihat pocong di pohon sekitar berjualan saya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, dirinya mengaku tidak percaya sepenuhnya apa yang dikatakan oleh para pemburu hantu tersebut.

“Yang penting sekarang Alhamdulillah laris terus,” pungkasnya.

Nama Unik Mie Ayam Pocong

Jalan-jalan ke Kota Solo tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba berbagai kulinernya.

Di antaranya, Solo terkenal dengan kuliner mie ayamnya yang lezat, nikmat dan murah meriah.

Tak seperti warung biasanya dengan nama standar, ada mie ayam di pinggiran Kota Bengawan bermama unik bahkan 'menyeramkan'.

Kenapa seperti itu?

Ya, namanya menyematkan nama hantu yakni pocong.

Suasana pembeli di warung Mie Ayam Pocong di Jalan Joko Tingkir, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Sabtu (3/4/2021).
Suasana pembeli di warung Mie Ayam Pocong di Jalan Joko Tingkir, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Sabtu (3/4/2021). (TribunSolo.com/Azhfar Muhammad)

Nama lengkap warungnya yang berada di persimpangan Tugu Lilin, jalan Joko Tingkir, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo adalah 'Mie Ayam Pocong Tugu Lilin-Pajang'.

Pemilik Mie Ayam Pocong, Nardi Wiyanto mengaku warungnya telah berdiri sejak 1996.

“Sudah 25 tahun saya berjualan mie ayam di sini, awalnya ya hanya sedikit pengunjung tapi lama-lama ramai,” terang dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (3/4/2021).

Ia mengisahkan, perjalanan bisnisnya sebagai penjual mie ayam berawal dari gerobak kecil hingga memiliki dua orang karyawan saja.

“Sekarang Alhamdulillah ramai, sekarang saya memiliki 8 karyawan,” ujarnya.

Nama Mie Ayam Pocong ia dapatkan karena iseng agar mengundang rasa penasaran dan banyak pengunjung untuk mencicipi mie ayamnya.

Baca juga: Harapan Selvi Ananda : Soal Stunting, Pernikahan Dini & Pendidikan Pra Nikah Disosialisasikan Masif

Baca juga: Pesona Selvi Ananda, Meski Tampil Sederhana, Tampak Anggun saat Hadirii Penghargaan Duta Genre Solo

“Awalnya Mie Ayam Tugu Lilin, karena letaknya di dekat area Tugu Lilin, namun setelah beberapa bulan saya iseng untuk mengganti nama menjadi Mie Ayam Pocong,” aku dia.

Meskipun nama tampak ngeri bikin orang merinding, tetapi justru menjadi rezeki dan mengundang banyak pembeli.

Tak tanggung-tanggung dia menyebut setiap hari bisa menjual 300-350 mangkok mie ayam.

“Pendatangnya dari mana-mana, warga lokal, luar kota, food vloger, artis pokonya dari mana-mana,” ujarnya.

“Misalnya ada Surya Saputra, Ria SW udah tiga kali didatangi artis,” jelas dia.

Baca juga: Potret Mie Ayam Unik Nan Murah di Kerjo Karanganyar, Ternyata Hanya Rp 7 Ribu Dapat Satu Wajan

Baca juga: Warung Mie Ayam di Klaten Ini Ikut Tergusur Tol Solo-Jogja, Meski Belum Dibayar, Sudah Mulai Pindah

Sejak puluhan tahun berjualan, pada tahun 2010 menjadi masa di mana warungnya berjaya.

“Pada 2010, sehari habis 45-50 kg berarti 450 porsi setiap hari,” katanya.

Meski laris dan sukses dengan bisnis mi ayam tersebut, namun hingga saat ini Mie Ayam Tugu Lilin tidak membuka cabang di manapun.

Dibanderol dengan harga Rp 10 ribu dan disajikan menu tambahan lauk pendamping.

“Ada ceker, kepala, ampela ati, usus, tahu dan kerupuk yang ambil sendiri,” katanya.

"Hanya buka pukul 13.00 - 21.00 WIB," aku dia. (*)

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved