Breaking News:

Masih Pandemi, Pemerintah Berencana Sesuaikan Tarif Listrik, Siap-siap Jika Tagihan Naik

Sementara itu, golongan pelanggan RT 1.300 VA akan mengalami kenaikan biaya tagihan listrik sebesar Rp 10.800 per bulan.

TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
ILUSTRASI Meteran Listrik PLN 

Sementara itu, golongan pelanggan RT 1.300 VA akan mengalami kenaikan biaya tagihan listrik sebesar Rp 10.800 per bulan.

Adapun, merujuk perhitungan Kementerian ESDM kenaikan terbesar akan dialami kelompok pelanggan I-IV (industri) yang mencapai Rp 2,9 miliar per bulan.

"Yang perlu kami sampaikan untuk yang paling tinggi kenaikan golongan industri besar I-4 yaitu naiknya kurang lebih Rp 2,9 miliar per bulan seperti industri semen, makanan dan masakan olahan," kata Rida.

Kendati demikian, Rida mengungkapkan waktu pelaksanaan ini nantinya bergantung pada keputusan yang diambil pemerintah.

"Nanti apakah sekaligus dinaikan, apakah  beberapa kalangan saja dan apakah akan disesuaiakan sekaligus atau terbatas kami juga sudah siapkan skenarionya dengan konsekuensi kompensasi atau belanja APBN," kata Rida.

Heboh Jualan Pulsa, Voucher dan Token Listrik Kena Pajak, Begini Penjelasan Menkeu 

Sebelumnya, viral pajak Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas penyerahan pulsa, kartu perdana, token listrik, dan voucher.

Beberapa waktu lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani menerbitkan peraturan untuk memberikan kepastian hukum dan penyederhanaan atas pemungutan yang tengah viral ini.

Baca juga: Cara Bayar Pajak Motor dan Mobil Via Online saat Libur Tahun Baru, Bayar via Indomaret atau Alfamart

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak(DJP) Kementerian Keuangan RI, Hestu Yoga Saksama mengatakan ada hal-hal yang perlu diketahui masyarakat terkait pemungutan PPN atas pulsa, kartu perdana, token listrik, dan voucher berdasarkan ketentuan yang baru ini.

Satu di antaranya yakni pulsa dan kartu perdana, pemungutan PPn hanya sampai distributor tingkat II (server), sehingga untuk rantai distribusi selanjutnya seperti dari pengecer ke konsumen langsung tidak perlu dipungut PPn lagi.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved