Breaking News:

Berita Karanganyar Terbaru

Pesan Sopir Jujur di Karanganyar Kembalikan Uang Temuan Rp 10 Juta : Kalau Bukan Hak Saya,Tak Berkah

Kejujuran Joko Wardoyo sang penemu uang segepok Rp 10 juta di jalanan Kabupaten Karanganyar harus diacungi jempol.

TribunSolo.com/Azfar Muhammad
Penemu uang Rp 10 juta Joko Wardoyo (40) warga Dukuh Serut, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar yang sehari-hari menjadi sopir di sebuah perusahaan, Kamis (8/4/2021). 

“Itu uangnya masih bagus, terlihat baru diambil dari bank atau ATM pecahannya Rp 100 ribu,” ujarnya.

Ia mengaku awalnya sempat acuh, tapi dirinya tidak tega melihat uang tersebut berceceran.

Yang mulia dari sosok Joko, ia lebih memilih untuk mengembalikan dan mencari pemiliknya dibanding dengan mengunakan uangnya untuk foya-foya.

Menurut Joko, jika dirinya berada di posisi susah dan memiliki nasib yang sama ia tidak akan sanggup.

“Saya tak berfikiran seperti itu, saya kasihan kepada orang yang uangnya hilang,” katanya.

“Saya juga memposisikan diri saya jika uang itu milik saya tiba-tiba hilang, dan pasti sakit,” tambahnya.

Ternyata orang yang membantu Joko adalah Susan pegawai bengkel aki.

“Akhirnya kita saling tukeran informasi untuk mencari pemiliknya, namun uangnya dipegang saya,” ujar Joko.

Setelah Joko menemukan uang tersebut ia langsung membawanya ke rumah di Dukuh Tegal Biru, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, kabupaten Karanganyar.

“Pas sampai rumah saya ceritakan kepada istri saya dan istri saya pun menyarankan saya untuk mengembalikan dan mencari pemiliknya,” aku dia.

Setelah maghrib saya memiliki inisiatif untuk mencari orang yang mencari uang di grup kampung ataupun Facebook.

Baca juga: Pemerintah Akan Pindah Ibu Kota ke Kalimantan Timur, Gubernur Kaltim: Pak Jokowi Pasti Masuk Surga

Baca juga: Manfaat Peluang Ditengah Pandemi Covid-19, Penjual Jamu di Karanganyar Ini Raup Keuntungan Berlipat

“Saya cari di grup-grup ternyata ada orang yang tengah mencari uang, akhirnya saya hubungi dan lakukan verfikasi,” paparnya.

Proses tersebut ia lakukan untuk mengecek apakah orang itu benar pemiliknya atau bukan.

“Saya tanya berapa pecahannya, ada di tas atau diplastik, bagaimana bentuknya dan buktinya biar akurat,” katanya.

Setelah percakapan panjang Joko mengaku memanggil pencari uang tersebut ke kediaman rumahnya di Serut RT 03 RW 09.

Ia sampaikan setelah isya dirinya didatangi oleh sang pencari uang yaitu pemuda bernama Novanto Kurniawanto (20) warga Dukuh Tegal Biru, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu.

“Setelah isya mereka datang ke rumah saya kembalikan memang sudah jelas, rinci ada saksi dan saya kembalikan uang tersebut,” paparnya.

Meski tak mengharapkan, ternyata Novanto memberikan imbalan kepada penemu uangnya di jalanan.

"Terima kasih, tapi saya tidak mengharapkannya, yang penting sudah saya kembalikan utuh," akunya.

Sempat Pasrah

Di era seperti ini, ternyata masih ada orang jujur, meskipun kini hampir semuanya membutuhkan materi di tengah jepitan pandemi.

Ya, bukannya dikantongi sendiri untuk foya-foya, tetapi segepok uang yang didapatkan oleh sesosok bapak bernama Joko, dikembalikan kepada pemiliknya.

Kejadian ini benar adanya di Kabupaten Karanganyar.

Adalah pemuda bernama Nova Kurniawanto (20) warga Dukuh Tegal Biru, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu yang sempat bernasip pilu karena kehilangan uang Rp 10 juta.

Uang tak sedikit yang kondisinya masih mulus itu, terjatuh dari kantong sakunya usai mengambil uang dari sebuah kantor di kampus ayahnya, Rabu (7/4/2021) siang.

Baca juga: Ide Nama Bayi yang Lahir di Bulan Ramadhan, Lengkap Perempuan Laki-laki dan Maknanya yang Islami

Baca juga: Jujurnya Jukir di Solo: Meski Memiliki Kekurangan, Kembalikan Uang Rp 500 Ribu yang Ditemukan

Nova yang juga mahasiswa mengaku telah mendapatkan mandat dan perintah dari sang ayah untuk mengambil uang di tata usaha kantor di kampusnya.

Kampus tersebut adalah Akademi Peternakan Karanganyar (APK).

Diketahui pihak kampus memberikan kepercayaan kepada ayahnya untuk membuat proyek pembuatan kandang.

"Bukan uang saya, tapi itu uang bapak saya dari kampus APK untuk membuat kandang," ujar Nova kepada TribunSolo.com di rumahnya, Kamis (8/4/2021) siang.

Sekitar pukul 14.00 WIB dirinya baru menyadari mengaku setelah berpulang dari kampusnya tersadar uangnya telah hilang entah ke mana.

"Pas sampai dari perjalanan pulang dari rumah ternyata uang Rp 10 juta yang tadi saya ambil tidak ada uangnya di saku saya," katanya.

Lokasi hilangnya uang tersebut di kawasan sekitar SMA 2 Karanganyar tepatnya di kawasan timur Proliman Beji Tasikmadu.

Ia mengaku menaruh uangnya di saku celana.

"Saya taruh di celana dan lupa tidak masukan ke jok motor," katanya.

Bahkan dirinya telah bolak-balik mencari di rute sepanjang jalan tersebut selama belasan kali namun gigit jari.

Dibantu oleh sang ayah dan pamannya sekitar satu jam, dirinya belum menemukan juga uang tersebut.

Baca juga: Kakak Kandung Tak Percaya Edhy Prabowo Lakukan Korupsi: Sejak Kecil Kami Dididik Ayah untuk Jujur

Baca juga: Shalat Tarawih Berjamaah di Klaten Boleh, Pemkab : Durasinya Diperpendek, Kalau Bisa 11 Rakaat Saja

"Pedahal selisihnya beberapa menit dari pas saya pulang, tapi saya sampai sore tidak menemukannya," paparnya.

Sempat berfikiran untuk melapor ke polisi tapi sang ayah menyarankan dirinya untuk mencari terlebih dahulu.

Ceritanya Viral

Akhirnya Nova berinisiatif setelah maghrib untuk memposting di grup-grup Facebook.

Aksi ini dilakukan karena selain sudah mentok, juga coba-coba barangkali uang yang hilang bisa didapatkannya kembali.

Bahkan aksinya memposting kemudian ditanggapi ada yang menemukan pun viral.

"Termasuk Info Warga Karanganyar, saya share di situ siapa tahu ada warga yang melihat atau menemukan," katanya.

"Dan benar sekitar kurang lebih setengah jam saya dihubungi oleh orang," tambahnya tampak girang.

Akan tetapi orang yang menelpon tersebut di awal adalah orang yang mengaku-aku telah menemukan tapi meminta imbalan transfer di awal.

"Yang awal itu pasti penipu, ujung-ujungnya minta saya transfer," katanya.

Tidak lama kemudian, sekitar setengah jam dirinya mendapatkan telepon lagi dari penemu yang menemukan uang tersebut.

"Tiba-tiba ada yang nelpon lagi, ditanya nominal, pecahan dan diklarifikasi," ujarnya.

Akhirnya setelah percakapan panjang Nova diminta mengunjungi rumah warga bernama Joko yang berada di Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar.

"Akhirnya saya ke rumahya dan menyerahkan kwitansi bukti terima dan membawa saksi sebanyak 4 orang" ujarnya

Empat orang tersebut adalah ayahnya, Mursid sang paman, dan 2 saksi dari kantor.

Baca juga: Fakta-fakta Ahok ke Lodji Gandrung Solo : Kenang Momen Bertemu Jokowi hingga Beri Petuah Gibran

Baca juga: Kisah Sedih Supriyono : Cari Uang di Malaysia, Mau Pulang ke Karanganyar, Tapi Tenggelam di Lautan

Akhirnya, Nova telah kembali mendapatkan uangnya.

Ia mengaku tidak menyangka masih ada orang baik di saat situasi sulit saat ini.

"Tidak menyangka uangnya masih utuh, apalagi saat ini sedang pandemi, saya merasa senang dan bersyukur ada orang baik yang mau menolong," katanya.

Nova mengaku telah memberikan imbalan kepada orang yang menemukan dan mau mengembalikannya tanpa kurang suatu apapun.

Ia mengaku beliau adalah sosok yang dermawan patut dicontoh dan diapresiasi

"Saya tidak tahu lagi kalau bukan Pak Joko, mungkin saya akan lapor polisi atau mencari pinjaman untuk bertanggung jawab," ungakpnya.

"Dan setelah urusan selesai, untuk meminimalis fitnah dan penipuan lagi saya sudah post di grup IWK agar clear," tandasnya. (*)

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved