Breaking News:

Kisah Kecelakaan Maut di Tanjakan Purworejo, Satu Orang Meninggal Hingga Sopir Alami Trauma

Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di tanjakan Kalijambe Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia

Tribun Jogja
Kondisi truk diesel yang ditabrak tronton di tanjakan Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Kamis (8/4/2021) 

Eko menyebutkan, pihak PO Bus Sri Padma Kencana akan kembali diperiksa.

"Yang pasti, kasus masih terus kami kembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain," sebut Eko.

Eko mengatakan, selain telah menetapkan dua orang tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamakan meliputi fisik bus, buku KIR, masa berlaku uji berkala, surat tanda nomor kendaraan (STNK), surat izin mengemudi (SIM), GPS dan kunci kontak bus.

"Dan hasil temuan lainnya, hasil cek fisik yang dilakukan saksi ahli dari pihak agen tunggal pemegang merek (ATPM)," kata Eko.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Sragen, Memilukan, Suhardi Saksikan Detik-detik Istri Meninggal di Jalanan

Baca juga: Sederet Fakta Kecelakaan Karambol 10 Mobil di Ring Road Yogyakarta, Penyebab Kejadian Terungkap

Harusnya Lewat Nagrek

Ada yang tak biasa dari jalur yang dilalui sopir bus maut rombongan SMP IT Al Muawanah Cisalak.

Seharusnya, bus pariwisata itu melewati jalur Nagrek, tetapi justru berakhir melalui tanjakan Cae.

Padahal, tanjakan Cae sendiri terkenal dengan tikungan tajam dan tidak disarankan untuk bus besar dengan muatan lebih dari 60 orang.

Kecelakaan maut bus yang membawa rombongan ziarah dan tour SMP IT Al Muawanah Cisalak, Subang pada Rabu (10/3/2021) mengakibatkan 29 orang tewas.

Kecelakaan tersebut terjadi saat rombongan dalam perjalanan pulang ke Sumedang.

Mereka awalnya melakukan perjalanan untuk ziarah ke Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya.

Satu di antara rombongan, Imam menyatakan, rombongan pulang melalui Jalur Wado, Sumedang.

Imam adalah guru SMP IT Al Muawanah Cisalak yang menjadi korban selamat dari kecelakaan Sumedang.

Menurut Imam, pihak bus travel yang ditumpanginya biasanya melewati jalur Nagreg.

Namun, jarak tempuh jalur Nagreg dinilai terlalu jauh.

"Biasanya pulang lewat Nagreg, jalur Bandung, tetapi terlalu jauh," katanya.

Kemudian, pihak rombongan ada yang memberikan usulan untuk melewati Jalur Wado, Sumedang.

Mereka pun menanyakan apakah sopir yang mengendarai busnya sanggup atau tidak melewati jalur alternatif tersebut.

"Dari teman-teman ada inisiatif, bagaimana kalau jalur Wado, kira-kira sanggup enggak pak sopirnya," kata Imam.

Kemudian, pihak travel pun menyetujui keinginan dan permintaan pihak yang mengusulkan.

Akhirnya jalur bus pun melaju melalui Jalur Wado, Sumedang.

Namun, ada yang mencurigakan dalam perjalanan. Penumpang mencium bau yang aneh.

Imam pun menanyakan asal muasal dari bau tersebut.

"Saya tanya bau apa? katanya kampas remnya masih baru. Ya sudah kalau begitu berarti bagus," kata Imam.

Saat memasuki Turunan Cae, bus pun mengalami rem blong.

"Di jalur menurun dan belokan bus kenceng, (rem blong) saat jalur menurun," katanya.

Akibatnya, bus oleng ke kiri dan bus masuk jurang. Penumpang pun banyak yang terluka, bahkan meninggal dunia.

Korban meninggal dari kecekaan maut di Sumedang itu mencapai 27 orang, sedangkan korban selamat 39 orang.

Data terakhir korban tewas bertambah dua orang, sehingga kini total ada 29 orang meninggal dunia dalam peristiwa naas tersebut.

Kedua korban yang tewas saat menjalani perawatan di RSUD Sumedang itu berjenis kelamin perempuan.

Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana mengatakan, dengan tambahan dua korban, maka total korban tewas akibat kecelakaan Sumedang menjadi 29 orang.

Adapun total penumpang bus tersebut berjumlah 66 orang.

"Korban meninggal dalam perawatan di RSUD Sumedang berjenis kelamin perempuan dua orang. Sehingga total korban meninggal menjadi 29 orang dan korban luka-luka menjadi 37 orang," ujar Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana saat ditemui di Tanjakan Cae, Kamis (11/3/2021).

Dedi menuturkan, petugas Inafis Polres Sumedang, RSUD Sumedang, bersama keluarga korban telah berhasil mengidentifikasi 65 korban dalam rombongan peziarah dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Cerita Sopir Mobil yang Ikut Dihantam Tronton di Tanjakan Kalijambe Magelang-Purworejo

Artikel ini telah tayang di TribunMataram.com dengan judul: Fakta Baru Kecelakaan Bus Maut di Tanjakan Cae Terungkap, Ternyata Mekanik Salah Pasang Kampas Rem

Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved