Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Nekat Mangkal saat Puasa Perdana, Sejumlah PSK di Solo Diciduk Polisi, Langsung Dimasukkan ke Panti

Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) diamankan pihak petugas Polsek Banjarsari Solo saat pada awal Ramadan.

Penulis: Azfar Muhammad
Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Sejumlah PSK yang kena razia saat berkeliaran di kawasan Gilingan, Kecamatan Banjarsari pada Selasa (13/4/2021) dini hari. 

Menurut warga lain yang enggan disebutkan namanya, mengapresiasi razia. 

Hanya saja dia khawatir jika sejumlah PSK yang kena razia sewaktu-waktu bisa kambuh kembali. 

"Khawatirnya balik lagi," ujarnya.

Pengakuan ini dikuatkan, dari siklus efek jera yang kurang efektif sehingga kembali lagi terjun ke dunia prostitisi.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Gilingan, Drajad berharap, kegiatan berhenti atas kesadaran dari diri sendiri.

"Kalau di kelurahan bersifat himbuan, kalau sudah nekat ya bagaimana lagi," tuturnya.

Walaupun kata dia, sudah sering dilakukan sosialisai bahaya aktivitas seksual tanpa kontrasepsi.

"Kami berharap benar-benar sadar," jelas dia.

Dari Luar Daerah

Sebelumnya, Polsek Banjarsari kembali melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah titik yang dijadikan tempat porstitusi.

Dalam operasi yang dilakukan selama 1 jam lebih itu, petugas berhasil mengamankan empat orang yang diduga PSK, Kamis (4/3/2021) malam.

Empat orang tersebut berinisial SJ (51), MN (44), ST (45), dan BD (46) tahun.

Dari keempat orang yang diamankan, tak satupun dari mereka yang merupakan warga Kota Solo.

Mereka berasal dari berbagai kota yang berdekatan dengan Solo.

Baca juga: Warkop Selalu Ramai Bikin Warga Curiga, Begitu Digerebek Ada Bilik Kamar di Dalam Buat Sewa PSK

Baca juga: Kisah Pilu PSK Hamil Tua Tetap Layani Tamu: Suami Kabur Usai Cerai, Bingung Hidupi 2 Anak Balita

Dari data yang diterima TribunSolo.com, SJ merupakan warga Gunungkidul, MN warga Sragen, ST warga Purwodadi, dan BD warga Gunungkidul.

Menurut Kapolsek Banjarsari Kompol Djoko Satrio Utomo, razia digelar mulai pukul 22.00 - 23.15 Wib,

Empat orang yang terjaring tersebut kemudian diamankan di Mapolsek Banjarsari.

"Kita melakukan pendataan terhadap empat orang yang terjaring razia," kata dia.

"Selanjutnya mereka kami kirim ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Kota Surakarta," akunya.

Ikut Gerebek PSK

Gibran Rakabuming Raka turun lapangan setelah dilantik pada Jumat (26/2/2021) lalu.

Aksi pertamanya adalah melakukan tinjauan vaksinasi pedagang di beberapa pasar Tradisional Solo.

Sementara itu, dia juga melakukan tinjauan pada kondisi Palang Joglo yang selama ini menjadi sumber kemacetan di Kota Solo.

Tidak berhenti disitu saja, kemarin Sabtu (27/2/2021) mestinya jadi malam minggu pertama Gibran Rakabuming Raka, setelah dilantik jadi Wali Kota Solo.

Tapi, bukan menghabiskan waktu bersama Jan Ethes di rumah.

Baca juga: Blak-blakan Gibran Pilih Kijang Innova Putih Jadi Mobil Dinas Dibanding Camry, Sebut Lebih Cepat

Gibran ikut langsung razia Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dilakukan oleh tim Polresta Solo.

Razia itu digelar polisi di kawasan Kestalan dan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Sabtu (27/2/2021) malam.

Razia ini juga diikuti langsung oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Wali Kota Solo Gibrna Rakabuming, ikut razia PSK yang digelar tim Polresta Surakarta, Sabtu (27/2/2021).
Wali Kota Solo Gibrna Rakabuming, ikut razia PSK yang digelar tim Polresta Surakarta, Sabtu (27/2/2021). (dok Polresta Surakarta)

Pakai jaket tebal, Gibran ikut razia meski turun hujan.

Dia memantau razia yang dilakukan petugas kepolisian.

Dari razia tersebut ada 36 orang PSK yang ditangkap dan diantaranya ada dua warga Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, mereka melakukan operasi malam di wilayah Kestalan dan Gilingan.

"Adapun dari wanita (pekerja seks komersial) yang tertangkap 17 orang di Kestalan dan 19 di Gilingan," ujarnya, Sabtu (27/2/2021).

Dari total 36 orang yang tertangkap mayoritas dari luar kota Solo.

Menurut keterangan Tim Humas Polresta Solo, Gibran sempat menanyakan ke polisi apa ada warga Solo yang terlibat.

"Ada, Mas. 2 orang. Lainnya luar kota. Ada yang Semarang, Sukoharjo, ada juga yang KTP Madura," jelas seorang polisi kepada Gibran di lokasi.

Tim Polresta Solo juga menyatakan, dalam kesempatan itu, Wali Kota Solo Gibran mengaku banyak mendengar keluhan dari warga soal penyakit masyarakat di wilayah tersebut.

"Ini menindak lanjuti keluhan-keluhan warga selama ini, terutama di wilayah Kestalan dan Gilingan," kata dia.

"Karena selama saya blusukan, banyak yang melaporkan ada beberapa aktivitas yang meresahkan," jelas dia.

Nantinya mereka yang tertangkap akan dibina oleh Dinas Sosial.

"Harapannya tidak akan kembali lagi di sini," tegasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved