Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Pemuda Hanyut ke Sungai Bengawan Solo Seusai Pesta Miras di Sukoharjo, Warga Padati Lokasi Pencarian

Warga memadati lokasi pencarian korban hanyut berinisial H (18) di Dukuh Karangturi, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Senin.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Warga memadati lokasi pencarian korban hanyut berinisial H (18) di Dukuh Karangturi, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Senin (13/4/2021). 

Sundoro mengatakan, pihaknya menerjunkan Tim SAR dan beberapa personel lain.

Sebab, hingga saat ini korban masih belum ditemukan. 

"Masih dicari, nanti saya kabari lagi," ujarnya.

"Kita sudah ada SAR, TRC dan Basarnas," pungkasnya.

Kejadian serupa pernah terjadi di Sukoharjo, Seorang anak bernama Jalu Catur Wiguna (10) yang sebelumnya dikabarkan hilang pada Kamis (7/1/2021) kini berhasil ditemukan oleh tim gabungan relawan pada Minggu (10/1/2021).

Sang anak hilang terseret arus di Sungai Tanjunganom di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo di saat mencuci sandalnya yang kotor akibat terkena lumpur.

Kini ,jasad anak tersebut ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo di Pos Pantau Jurug.

Menurut Muchlis salah seoranga anggota SAR Basarnas, temuan itu berasal dari laporan relawan yang memantau kondisi di Pos Pantau Jurug.

"Salah seorang relawan yang bersiaga di Pos Jurug melihat jasad korban melewati pos pantau," katanya kepada TribunSolo.com pada Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Pesta Pernikahan di Sukoharjo Dilarang, Jika Kepepet Hanya Boleh Melakukan Akad Nikah Saja

Baca juga: Lengkap, Isi Surat Edaran PSBB Sukoharjo : PKL hingga Mall Hanya Bisa Buka Sampai Jam 7 Malam

Baca juga: Geruduk DLH Sukoharjo, Warga Pengkol Keluhkan Limbah Busuk PT RUM, Anak-anak Tak Kuat Pusing & Mual

Baca juga: Jelang Dilantik Jadi Walikota Solo, Begini Aktifitas Gibran Usai Pilkada Solo 2020

Sebagai bentuk tindaklanjut Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan tindakan.

"Pada pukul 17.18, jenazah berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi menuju Puskesmas Grogol untuk diotopsi," terangnya.

Dalam proses empat hari pencarian, Tim SAR Gabungan telah menyisir berbagai area Sungai Bengawan Solo.

"Kami menyisir hingga Mantingan, Ngawi untuk pencarian," ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa dalam proses pencarian banyak kendala yang dihadapi, salah satunya aliran Sungai Bengawan Solo yang deras dan cuaca hujan.

Kini setelah ditemukan jasad sang anak, dan telah dilakukan otopsi maka proses operasi pencarian secara resmi ditutup.

"Tim SAR gabungan akan kembali ke satuan masing-masing," ujarnya.

Tim relawan mencari korban mulai dari pintu air Tanjung Anom hingga pintu air Plalang, Kecamatan Grogol, Kabupayen Sukoharjo, Jumat (8/1/2021).
Tim relawan mencari korban mulai dari pintu air Tanjung Anom hingga pintu air Plalang, Kecamatan Grogol, Kabupayen Sukoharjo, Jumat (8/1/2021). (TribunSolo.com/Istimewa)

Kronologi Hanyut

Nasib malang menimpa bocah 10 tahun bernama Jalu Catur Wiguna yang lenyap terseret arus di Sungai Tanjunganom, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo

Ya, sejak hilang pada Kamis (7/1/2021) sore lalu, hingga kini Jumat (8/1/2021), tim relawan belum juga mendapati sosok anak tersebut.

Adapun informasi yang dihimpun TribunSolo.com, sebelumnya Jalu bersama keempat temannya bermain di tepian Sungai Tanjunganom.

Lalu dia pergi ke sungai untuk membersihkan sandalnya yang kotor, tatapi tak disangka salah satu sandalnya terseret arus.

Baca juga: Tangis Pecah, Istri Riyanto Korban Sriwijaya Air : Anak Sempat Larang Pergi Ke Jakarta

Baca juga: Tunggu Kabar Suaminya dari Maskapai Sriwijaya Air, Sri Wisnuwati Warga Sragen Rela Tak Tidur

Ketika dia berusaha meraih sandalnya, yang berjarak 2,5 meter dari tepian sungai, Jalu terpeleset dan terseret derasnya aliran sungai yang saat itu kedalamannya mencapai 70 cm.

Menurut Anggota Relawan Basarnas Solo, Muchlis, pihaknya kesulitan karena arus sungai yang deras serta ditutupi oleh endapan lumpur di permukaan. 

"Kami cukup kesulitan dalam mencari korban, padahal dari seri setiap sisi sungai sudah kami awasi," katanya kepada TribunSolo.com pada Jumat (8/1/2021).

Dirinya beserta relawan lainnya menyisir area sungai dari pintu air Tanjunganom hingga pintu air Plalang, Grogol, Sukoharjo

"Kami sudah menyisir sekitar 2 kilometer aliran sungai dan masih belum ditemukan," ujarnya.

Apabila pada hari ini di sungai Tanjunganom masih belum ditemukan, relawan Basarnas akan melakukan pencarian di Sungai Kenes dan Bengawan Solo. 

"Ada beberapa kesimpulan apabila melihat kondisi arus, sepertinya korban sudah terseret hingga muara sungai," terangnya. 

Dirinya menargetkan sebelum 7 hari masa pencarian korban sudah bisa ditemukan.

"Sesuai dengan SOP Basarnas, kami memiliki 7 hari kerja, 3 hari menyusuri arus sungai dan 4 hari berjaga mengamati di pos masing-masing," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved