Breaking News:

Warga Indonesia Patut Bersyukur Soal Vaksin, Bandingkan Filipina, Baru Bisa Suntik 1 Juta Orang

Sejak Maret 2021, baru satu juta orang di Filipina yang mendapatkan dosis perdana dari target 110 juta jiwa.

JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. 

Kini, diperluas ke lansia dan penderita komorbid.

Saking minimnya jumlah vaksin di Filipina, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, dia siap melepas jatahnya mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Sementara banyak pemimpin dunia divaksin untuk mendapat kepercayaan publik, Duterte menegaskan dia akan melewatkannya.

"Saya takkan mengambilnya. Siapa pun yang ingin, saya persilakan," ujarnya dalam rekaman pidato yang dirilis Senin (12/4/2021).

Itu adalah pernyataan pertama presiden 76 tahun tersebut, setelah absen dari publik selama dua pekan, dan memunculkan dia terpapar virus corona.

Presiden berjuluk The Punisher itu meminta supaya vaksinasi difokuskan kepada mereka yang masih muda dan produktif.

"Kebanyakan warga senior sudah tidak produktif lagi," ujar mantan Wali Kota Davao itu diwartakan AFP.

Vaksin menjadi isu utama dalam pidato Duterte.

Juru bicaranya, Harry Roque sebelumnya memberikan klarifikasi.

Sebelumnya, sang presiden mengklaim dia siap disuntik vaksin Covid-19 secara publik, setelah sebelumnya dia ingin melakukannya secara privat.

Halaman
123
Editor: Aji Bramastra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved