Curhat Sedih Agen PO Bus Ada Larangan Mudik: Cuma Bawa 50 Penumpang, Bingung Tak Bisa Balik Modal

Menurut salah satu agen tiket bus tersebut, meningkatnya jumlah penumpang seminggu terakhir ini belum bisa menutupi kerugian perusahaan.

Editor: Hanang Yuwono
Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI MUDIK : Suasana penumpang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Larangan mudik Idul Fitri 2021 membawa dampak paling signifikan terhadap pengusaha transportasi umum.

Seperti diketahui, Larangan Mudik Lebaran 2021 akan segera diberlakukan oleh pemerintah mulai 6-17 Mei 2021.

Meski memberatkan sejumlah agen Perusahaan Otobus (PO), para pekerja di sektor ini masih berharap akan ada keringanan dari kebijakan itu.

Baca juga: Cegah Pemudik Masuk, Polisi Bakal Lakukan Penyekatan di Wilayah Perbatasan Sukoharjo

Baca juga: Imbau Warga Perantauan Tak Mudik Lebaran Kali Ini, Bupati Sukoharjo : Kalau Kangen Video Call Dulu

Terlebih, sejak setahun terakhir ini omzet perusahaan menurun drastis karena pelarangan mobilitas armada bus.

ILUSTRASI : Ratusan calon penumpang memadati areal Terminal Poris, Kota Tangerang, yang mayoritas di dominasi penumpang menuju sejumlah kota di pulau Jawa, Kamis (23/4/2020). Mereka nekat mudik di hati terakhir sebelum pemberlakuan larangan mudik, karena takut akan sanksi yang diberlakukan. Mereka mengaku sudah tak.punya lagi penghasilan sejak diberlakukannya PSBB sehingga memilih pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarganya.
ILUSTRASI : Ratusan calon penumpang memadati areal Terminal Poris, Kota Tangerang, yang mayoritas di dominasi penumpang menuju sejumlah kota di pulau Jawa, Kamis (23/4/2020). (Wartakota/Nur Ichsan)

Sejumlah masyarakat pun berinisiatif untuk menghindari larangan pemerintah itu dengan opsi mudik duluan alias colong start.

Namun, meski ada peningkatan jumlah penumpang di minggu ini tetap tidak akan menutup kerugian besar yang dialami sejumlah PO bus.

Salah satunya yang dialami PO Pahala Kencana Ciputat, Tangerang Selatan.

Menurut salah satu agen tiket bus tersebut, meningkatnya jumlah penumpang seminggu terakhir ini belum bisa menutupi kerugian perusahaan.

"Tidak ada, mas. Karena jujur, meski ada peningkatan penumpang sekitar 20 persen yang berangkat ke luar kota, hitungannya tetap minim karena tidak bisa menutupi kerugian kami," kata agen tiket PO Pahala Kencana Ciputat Aril.

Aril menambahkan, pihaknya tak berani memberlakuan skema full capacity atau kapasitas penuh pada armada busnya.

Sebab, meski belum ada penyekatan di sejumlah rute yang ditempuh, pihaknya ingin operasional bisnisnya tetap berjalan meski harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Saat ini yang berangkat kita batasi 50 persen penumpang saja. Kami gak berani angkut penuh, khawatir ada sidak di jalan atau petugas Satgas yang inspeksi, makanya kita berlakukan ongkos dobel dari biasanya," tambah Aril.

Aril menambahkan jika saat ini ia bersama rekan seprofesi dan para sopir masih berputar otak untuk menyiasati pelarangan mudik.

Sebab, ia sudah berharap apabila mudik dibolehkan, dampaknya akan terasa bagi dirinya pribadi dan sopir-sopir yang bekerja di PO tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved