Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Perjuangan Sejoli Bikin Bisnis Tahu Mercon, Pernah Hanya Laku 5 Biji, Kini Omset Dua Juta Per Hari

Ternyata keduanya berawal membuat cemilan bercita rasa pedas lalu dijual secara online di Instragram dan ke teman-teman terdekat.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Fristin Intan
Kolose pasangan Ayu dan Aji dan lapak Tahu Mercon Gonilan diserbu pembeli di kawasan UMS, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Jangan takut mengawali bisnis meski dengan nilai dan modal kecil.

Begitulah yang dipegang pasangan kekasih Ayu Fitriyani (26) dan Aji (26).

Meski berawal dari keisengan, kini usahanya Tahu Mercon Gonilan melejit tak terkira.

Bagaimana bisa? Ternyata keduanya berawal membuat cemilan bercita rasa pedas lalu dijual secara online di Instragram dan ke teman-teman terdekat.

Seiring berjalannya waktu, Ayu dibantu kekasinya Aji bisa membuka tiga cabang dengan omset perhari Rp 2,5 juta.

Baca juga: Pasutri Pakai Kostum Superhero Bagikan Takjil di Solo Baru, Kaget Masih Temui Ada yang Tak Bermasker

Baca juga: Tak Hanya Sekali, Ternyata Kades Dermawan di Klaten Bebaskan Warga Panen di Sawahnya Sudah 5 Kali

"Sempat merasakan jualan selama sehari hanya laku 5 - 10 biji tahu saja," aku dia ditemui di kawasan UMS, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (16/4/2021).

Bahkan demi meyakini usahanya, dia sampai rela resign dari pekerjaan yang menjanjikan itu.

"Dulu kerja di hotel di bagian kitchen, kemudian resign," aku dia.

Ayu juga menggaku usahanya yang berjalan selama tiga tahun ini, pernah tutup sementara karena dampak pandemi Covid-19.

Namun bangkit lagi, karena kegigihan mereka berdua.

"Pernah vakum, jualan di rumah, Alhamdulilah buka di depan UMS lebih rame, kita kumpulin dari situ sampai buka cabang tiga ini," ungkapnya.

Tak hanya tau, Ayu dan kekasihnya pernah mencoba peruntukan jualan minuman kekinian buah durian.

"Tapi lima bulan berhenti, karena durian makin mahal dan kita engak bisa bagi waktu masih fokus ke tahu," kata dia.

Tak Sekedar Tahu

Cemilan tersebut tak sekedar tahu, karena berisi daging ayam, sayuran dan cabai.

Membuat varian tahu marcon jadi beragam mulai dari Tahu Mercon Mejhen, Tahu Mercon Ayam, Tahu Mercon Kulit, Tahu Mercon Kulit, hingga Lumpia Mercon.

"Ada dua varian menu tahu dan lumpia, dengan varian isi," jelasnya.

Harga tahu mencon dibanderol mulai dari Rp 3.500 sampai Rp 5.000.

Selain itu tingkat kepedasan tahu mercon sangat diperhatikan dalam olahan tahu ini.

"Biasanya satu kilogram caba kita buat 100 tahu jadi pasti pedes banget," aku dia.

Baca juga: Kisah Suyamto Kades Dermawan di Klaten : Tak Ambil 1 Rupiahpun,Padi di Sawahnya Justru Dipanen Warga

Baca juga: Jalanan Kampus UMS Mendadak Jadi Pasar Kuliner, Diserbu Para Pemburu Takjil,yang Lewat Harus Sabar

Menurut Ayu, varian tahu mercon paling rekomendasin saat ini tahu mercon kulit.

"Tahu Mercon Kulit, paling beda dan enek dari yang lain," ungkapnya.

Lapak yang dibuka pukul 15.30 - 20.00 WIB itu, menghabiskan 500 biji tahu dan lumpia.

Selain di bulan Ramadhan Tahu Marcon Gonilan ini buka setiap hari di tiga cabang.

Pertama, di Jalan Rajawaali Raya No 88, Geduren, Gonilan, Kartasura.

Kedua, di Gentan Baki, Sukoharjo dan terakhir di Mojosongo, Jebres. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved