Breaking News:

Warga NTT Terhina Dapat Bantuan 1 Kg Beras, 1 Butir Telur, dan 1 Mi Instan, Begini Klarifikasi Camat

Adapun bantuan itu berupa satu butir telur, sebungkus mi instan, dan satu kilogram beras yang diberikan Pemkab Kupang.

Editor: Hanang Yuwono
(Dokumen Meidel Amtiran)
Bantuan berupa satu butir telur, sebungkus mie instan dan beras sekilo yang diperoleh Meidel Amtiran (46), warga RT 007 RW 004 Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT dari pemerintah setempat 

TRIBUNSOLO.COM -- Uneg-uneg disampaikan oleh warga korban bencana di Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Banyak warga merasa terhina dengan bantuan yang disalurkan pemerintah.

Adapun bantuan itu berupa satu butir telur, sebungkus mi instan, dan satu kilogram beras yang diberikan Pemkab Kupang.

Baca juga: JNE Gratiskan Biaya Pengiriman Bantuan ke NTT dan Bantu Renovasi 5 Tempat Ibadah

Baca juga: Niat Lelang Barang untuk Bantu Korban Bencana NTT, Ernest Prakasa Malah Ditipu, Begini Kejadiannya

Terkait hal itu, Camat Amarasi Barat Kornelis Nenoharan menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, dan sebagainya kepada masyarakat dalam dua tahap.

"Kami distribusikan bantuan untuk warga korban bencana di enam desa dan satu kelurahan," kata Kornelis Selasa (20/4/2021), dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Bantuan tahap pertama yang diberikan pada Rabu (14/4/2021), berupa 2.500 kilogram beras, 50 kardus mi instan, 48 rak telur, 18 kantong minyak goreng ukuran dua liter, dan lima lembar tikar.

Lalu, bantuan tahap kedua diberikan pada Sabtu (17/4/2021).

Bantuan itu berupa 2.500 kilogram beras, satu unit genset, 30 buah matras, 16 kilogram gula pasir, 20 kaleng ikan kalengan, satu buat tandon berukuran 750 liter, 50 saset wilpet, 50 bungkus masker, 50 kardus mi instan, 10 kilogram gula pasir, dan lima kardus air mineral ukuran 1,5 liter.

"Jadi kami bagikan bantuan itu secara merata. Kepala desa dan lurah tentu akan secara bijaksana membagi sesuai tingkat kerusakan rumah setiap warga," kata Kornelis.

Kornelis menilai, jika bantuan dibagi rata, tak mungkin warga hanya mendapat satu kilogram beras.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved