Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Ganti Rugi Proyek Jalur Lingkar Timur Sukoharjo, Pemerintah Fokuskan Lahan Milik Masyarakat

Pemerintah bergerak cepat melakukan pembebasan lahan yang terdampak proyek pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLT) di Kabupaten Sukoharjo.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
istimewa
Proses penyerahan ganti rugi lahan terdampak proyek pembangunan JLT di aula BPN Sukoharjo, Kamis (22/4/2021). 

Kepala Seksi (Kasi) Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Burhan Surya Aji, mengatakan, proses pembayaran ganti rugi lahan dan bangunan dilanjutkan pada pekan depan. 

Sebelumnya, tim pengadaan tanah harus memvalidasi dan menyikronkan data administrasi tanah.

Selain tanah milik masyarakat dan kas desa, ada jalan dan saluran drainase yang terdampak proyek JLT. 

Selain itu, ada juga lahan milik Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). 

"Jalan dan saluran drainase merupakan fasilitas umum. Tetap diukur dan dihitung namun tidak ada ganti rugi," pungkasnya.

Kebut Keterlambatan

Proyek pembangunan Jalur Lingkar Timur (JLT) di Kabupaten Sukoharjo masih dalam proses pembebasan lahan.

Sempat terhenti karena adanya pandemi covid-19, proses pembebasan lahan terdampak JLT kembali dilanjutkan.

Per Desember 2020 hingga April 2021, sebanyak 262 bidang tanah milik masyarakat maupun kas desa sudah dibebaskan, menelan anggaran Rp 73 miliar.

Baca juga: Waspadai Pemudik Lewat Jalur Tikus saat Mudik Lebaran, Polsek di Sragen Siaga Patroli Selama 24 Jam

Baca juga: Anggaran Dipangkas Demi Covid-19,Proyek Gedung & Jalur Lingkar Timur Sukoharjo Tak Selesai Tahun Ini

Anggota tim pengadaan tanah proyek JLT, Aris Sujarwadi mengatakan, nilai ganti rugi yang diberikan bervariatif.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved