Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing di Indonesia, Pit Duwur Jogja Serukan Perdamaian
Adapun seruan muncul di tengah hadirnya Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing pada ASEAN Leaders' Meeting yang digelar di Jakarta.
TRIBUNSOLO.COM - Perwakilan Komunitas Pit Duwur menyerukan perdamaian di Myanmar.
Adapun seruan muncul di tengah hadirnya Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing pada ASEAN Leaders' Meeting yang digelar di Jakarta, Sabtu (24/4/2021).
Barisan sepeda yang tingginya melebihi tinggi orang dewasa berjejer melintasi Jalan Malioboro.
Mengundang rasa penasaran bagaimana cara menaiki sepeda unik itu.
Beberapa masyarakat yang melihat meminta waktu untuk berfoto bersama.
Tak kurang sekitar 4 sepeda tinggi atau pit duwur bergabung dalam rombongan itu, diikuti beberapa pesepeda lainnya.
Baca juga: Fantastis, Pendaftar BLT UMKM di Klaten Tembus 11.792 Orang, Padahal yang Dapat Hanya Ribuan Saja
Baca juga: Tragis, Tak Sadar Ada Kabel Menjuntai ke Tanah, 1 Keluarga Tewas saat Mengairi Cabai di Sawah
Mereka bukan sekadar bersepeda pagi, namun ada misi yang dibawa, yaitu aksi solidaritas kepada masyarakat Myanmar.
Pagi itu Sabtu (24/4/2021) sekitar 12 anggota komunitas Pit Duwur dan sepeda lainnya bersepeda keliling Kota Yogyakarta dimulai pukul 09.00 WIB.
Rute yang ditempuh antara lain Balai Kota – Timoho – Kridosono – Tugu – Titik 0 KM – Balai Kota.
"Bersepeda keliling Kota Yogyakarta. Kabarkan pesan menolak kedatangan pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing ke Indonesia".
Demikian garis besar pesan yang mereka bawa.
Perwakilan Komunitas Pit Duwur, Fajar Setyonugroho, mengatakan dengan aksi ini mereka menyerukan harapan agar Indonesia sebagai anggota Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tidak melegitimasi kepemimpinan hasil kudeta militer di Myanmar.
Pasalnya mengundang pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing hadir dalam pertemuan pemimpin ASEAN itu.
"Jangan sampai Indonesia menjadi panggung bagi legitimasi dia atas kekuasaannya karena kudeta militer," ungkap Fajar kepada Tribunjogja.com di Titik Nol Kilometer, Sabtu (24/4/2021).
Saat ini, rakyat Myanmar berada dalam tekanan.