Breaking News:

Korban KRI Nanggala 402 Asal Sragen

Kisah Sang Pesilat PSHT yang Gugur Bersama KRI Nanggala, Para Pesilat Beri Penghormatan Terakhir

Anggota keluarga korban KRI Nanggala-402 asal Sragen Sertu Bambang Priyanto menggelar tahlilan menyusul kabar semua awak kapal gugur.

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.Com/Rahmat Jiwandono
Suasana tahlilan di rumah orang tua Sertu Bambang Priyanto di Kampung Ngadirejo, Kroyo, Karangmalang, Sragen pada Minggu (25/5/2021). 

Dia berharap agar jasad Sertu Bambang Priyanto bisa diangkat ke permukaan.

"Saya ingin jasad Sertu Bambang bisa dimakamkan dengan layak. Tapi ya kami ikut saja karena TNI sekarang sedang berupaya evakuasi," katanya.

Pejuangan Sertu Bambang

Sebelumnya, Perjuangan Sertu Bambang Prianto menjadi seorang tentara ternyata tidak mudah. 

Dia tidak langsung diterima saat mendaftar.

Pria asal Sragen ini, tiga kali mengikuti ujian baru diterima.

Sosok Sertu Bambang Prianto anggota TNI Angkatan Laut (AL) di mata keluarga adalah orang yang keras.

"Tapi kerasnya untuk kebaikan," ucap kakak kandungnya, Sri Rahayu kepada TribunSolo.com, Jumat (23/4/2021).

Dijelaskannya, Sertu Bambang Prianto adalah anak ke enam dari enam bersaudara.

Baca juga: Awak KRI Nanggala Asal Sragen Pernah Curhat Tak Akan Menyelam Lagi, Sebut Kapal Sudah Tua

Baca juga: BREAKING NEWS : Satu Awak KRI Nanggala Diketahui Asal Karangmalang Sragen, Ini Identitasnya

"Karena dia anak bungsu maka paling disayang oleh orang tuanya."

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved