Breaking News:

Korban KRI Nanggala 402 Asal Sragen

Kisah Sang Pesilat PSHT yang Gugur Bersama KRI Nanggala, Para Pesilat Beri Penghormatan Terakhir

Anggota keluarga korban KRI Nanggala-402 asal Sragen Sertu Bambang Priyanto menggelar tahlilan menyusul kabar semua awak kapal gugur.

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.Com/Rahmat Jiwandono
Suasana tahlilan di rumah orang tua Sertu Bambang Priyanto di Kampung Ngadirejo, Kroyo, Karangmalang, Sragen pada Minggu (25/5/2021). 

"Sehingga kami kakak-kakaknya juga ikut sayang dengan dia," terangnya.

Menurut dia, adiknya itu setelah lulus dari SMA memang bercita-cita jadi tentara.

"Ayahnya dulu sudah menawarkan untuk kuliah tapi ditolak. Dia lebih memilih jadi tentara," katanya.

Baca juga: Nasib 53 Awak Kapal Selam Nanggala 402 Bergantung pada Pasokan Oksigen, Apakah Masih Cukup?

Namun upayanya untuk menjadi anggota TNI AL tidak berjalan mulus.

"Dia tiga kali mendaftar jadi tentara. Pendaftaran yang pertama dan kedua dia enggak diterima."

"Baru di pendaftaran ketiga dia diterima jadi TNI AL," imbuhnya.

Awak Kapal Gugur

Sebelumnya, update pencarian KRI Nanggala-402 disampaikan oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI menyampaikan, Kapal Selam KRI Nanggala-402 dipastikan tenggelam dan 53 awak kapal telah gugur.

Bagian KRI Nanggala-402 telah ditemukan setelah dilakukan upaya pemindaian oleh KRI Rigel.

Baca juga: Gambaran Kondisi KRI Nanggala 402 Usai Dinyatakan Tenggelam: Retak Besar, Air Diduga Masuk ke Kapal

Baca juga: Video Viral, Awak KRI Nanggala 402 Nyanyi Lagu Sampai Jumpa Endank Soekamti, Liriknya Bikin Haru

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved