Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Larangan Mudik, Penjual Makanan Terminal Tirtonadi Solo Gigit Jari : Tidak Bisa Beli Baju Buat Anak

Mereka menerima nasib dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri.

TribunSolo.com/Adi Surya
Pengguna moda transportasi bus melintas di depan kios penjual makanan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Senin (26/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penjual di kios Terminal Tipe A Tirtonadi Solo gigit jari.

Mereka hanya bisa menerima nasib dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H.

Regulasi tersebut mengatur kendaraan yang boleh dan tidak boleh melintas selama masa larangan mudik 6 hingga 17 Mei 2021.

Misalnya, transportasi darat, seperti bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) tidak boleh beroperasi.

Seorang pedagang makanan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo yang enggan disebutkan namanya mengatakan aturan itu membikin omzet menjelang Lebaran terjun bebas.

Baca juga: Mencekiknya Pandemi, Sopir di Solo Balapan Curhat Sepi Penumpang,Agen Bus di Tirtonadi Mengeluh Sewa

Baca juga: Nelangsa, Penjual Tiket AKAP di Terminal Tirtonadi Solo Harus Libur, Ada Aturan Larangan Mudik

"Jadi langsung terjun bebas, bukan terjun payung. Kalau terjun payung kadang masih di atas, ini sudah terjun bebas," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (26/4/2021).

Padahal, Lebaran menjadi momen yang ditunggu para pedagang untuk mendongkrak omzet saat pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan dirinya biasanya bisa meraup omzet setidaknya Rp 5 juta sampai Rp 7 juta mulai H-3 Lebaran.

Jumlah omzet tersebut didapatkan sebelum pandemi Covid-19 menerjang.

Halaman
1234
Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved