Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Pilu Mahasiswa IAIN Solo, Sudah Tak Bisa Pulang ke Indramayu, Rekening Bank Miliknya Dibobol Hacker

Pasalnya mahasiswa dari Indramayu Jawa Barat yang bertempat tinggal di Kabupaten Klaten tersebut kehilangan jutaan rupiah akibat ulah hacker.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Abdul Wahid Mahasiswa Semester 6 IAIN Surakarta menunjukkan bukti akun rekening bank miliknya dibobol hacker, Rabu (28/4/2021). 

Deny mengganggap semua warga Indonesia wajib dirangkul dan difasilitasi negara.

"Mereka bagian dari negara kita, wajib dirangkul dan lakukan pengamana sampai lulus kuliah dan bisa membangun tanah Papua," ungkapnya.

Anak Asuh Kapolres

Sebanyak 10 siswa asal Papua sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sragen.

Dari 10 siswa Papua ini terdiri dari dua orang perempuan dan delapan orang pria.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, 10 siswa papua tersebut saat ini duduk di kelas 10 sampai kelas 12 SMA.

Baca juga: Sambut Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua, UNS Genjot Latihan Atlet

Baca juga: Penampilan Nikita Willy Liburan ke Papua Dikomentari, Indra Priawan Tanggapi dengan Kata-kata Santai

"Mereka ini memang punya cita-cita belajar di Pulau Jawa," paparnya saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (23/2/2021).

Dijelaskannya, mereka bisa bersekolah di Sragen berkat program afirmasi dari Pemerintah Provinsi Papua.

Sebagai bentuk atensi polisi kepada siswa-siswa papua, katanya, mereka dijadikan anak asuh.

"Jadi melalui program orang tua asuh yang kami buat, mulai dari saya sendiri, wakapolres, kabag, dan kasat akan menjadi orang tua asuh mereka," ujarnya.

Baca juga: Berangkat ke Papua Saat Pandemi Corona, 450 Pasukan Yonif 413/Bremoro Tempuh Jalur Laut

Tujuannya untuk membantu mereka bila menemui kesulitan saat tinggal di Sragen.

"Jika mereka punya masalah, kami siap membantu," katanya.

Ia menambahkan, atensi yang diberikan ini berangkat dari pengalamannya ketika ditugaskan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dulu waktu saya dinas di NTT tidak punya banyak kerabat maka saya bisa merasakan perasaan siswa dari Papua yang merantau," imbuhnya. (*)

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved