Breaking News:

PAN Dinilai Harap-harap Cemas Adanya Partai Ummat, Warga Muhammadiyah Bisa Saja Beralih ke Lain Hati

Dikatakan, melompatnya dukungan warga Muhammadiyah ke Ummat berpotensi membuat akar kultural PAN hilang.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Asep-Istimewa
Kolose kader membawa bendera PAN yang berkibar di tengah-tengah kampanye akbar yang dihadiri Prabowo Subianto di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (10/4/2019). Serta Logo resmi Partai Ummat yang dideklarasikan Amien Rais Kamis (29/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kehadiran Partai Ummat dalam kancah perpolitikan Indonesia berpotensi menggerus suara Partai Amanat Nasional (PAN).

Pengamat Psikologi Politik UNS Solo, Abdul Hakim mengatakan potensi itu tidak bisa ditampik mengingat keberadaan Amien Rais di dalam Partai Ummat.

"Partai Ummat sendiri lahir salah satunya karena kekecewaan Amien Rais terhadap PAN yang semakin merapat ke pemerintah," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/5/2021).

"Oleh karena masuk akal jika dikatakan, yang paling terancam dengan kehadiran Partai Ummat adalah PAN," tambahnya.

Baca juga: Amien Rais Buat Partai Ummat & Menantu Ridho Rahmadi Jadi Ketum, Pengamat UNS : Menegaskan Oligarki

Baca juga: Partai Ummat Resmi Dideklarasikan, Pengamat Politik UNS : Loyalis Amien Rais di PAN Tengah Diuji

Apalagi, elektabikitas PAN dinilai menurun dan berada di bawah satu persen.

Itu didasarkan survei yang dilakukan Litbang Kompas mulai 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021.

Dalam hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas PAN berada di angka 0,8 persen.

"PAN semakin ditinggalkan oleh warga Muhammadiyah, basis utama mereka. Kehadiran Partai Ummat akan semakin menggerus suara PAN," ucap Hakim.

Dikatakan, melompatnya dukungan warga Muhammadiyah ke Ummat berpotensi membuat akar kultural PAN hilang.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved