Breaking News:

Ngaku Keturunan Majapahit, Pria di Kebumen Setubuhi Gadis di Bawah Umur, Polisi : Korban Ada 4

Untuk meyakinkan para korban, tersangka mengaku titisan Mbah Bondan dan merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit.

Editor: Ilham Oktafian
(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)
Ungkap kasus pencabulan dukun terhadap anak di bawah umur di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah. 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang pria asal Desa Kedalemankulon, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, diduga mencabuli empat gadis di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Afiditya, Kebumen AKBP Piter Yanottama mengatakan, dukun berinisial MA (40) ini memperdaya para korban dengan iming-iming agar memiliki prestasi dalam bidang olahraga.

"Sampai saat ini baru empat korban yang sudah melaporkan. Mereka yang melaporkan adalah gadis yang masih di bawah umur," kata Afiditya melalui keterangan resmi, Minggu (2/5/2021).

Afiditya mengungkapkan, untuk meyakinkan para korban, tersangka mengaku titisan Mbah Bondan dan merupakan keturunan dari Kerajaan Majapahit.

"Tersangka melakukan perbuatan tak pantasnya tersebut sejak 2017 lalu di dalam kamar rumahnya," ujar Afiditya.

Baca juga: Anak di Bawah Umur di Lampung Jadi Korban Rudapaksa Oleh Kekasihnya Sendiri : Berulang Tiga Kali

Baca juga: Kronologi ABG 16 Tahun Dirudapaksa Biduan Dangdut 3 Hari Berturut-turut, Bermula Tukaran Nomor HP

Baca juga: Bu Guru Pelakor di Solo Ternyata Tak Dipecat dari PNS, Nikahi Staf Kemenag Tanpa Izin Istri Sah

Baca juga: Kronologi Guru Ngaji Rudapaksa Santriwati di Garut, Bermula Ajakan Ziarah tapi Malah Dibawa ke Hotel

Kepada para korban yang seluruhnya warga Kebumen, tersangka mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah yang ia dapatkan dari Kerajaan Majapahit.

Namun karena tak tahan dengan perlakuan cabul tersangka, salah satu korban akhirnya bercerita kepada keluarganya. Selanjutnya melaporkan ke Satreskrim Polres Kebumen.

"Kepada polisi, tersangka kekeuh adalah titisan Mbah Bondan yang memiliki 11 Istri yang mempunyai gelar dewi," kata Afiditya.

Ketika akan melakukan ritual pengobatan ataupun pengisian kekuatan, korban yang masih gadis itu dijuluki dewi dan dianggap sebagai istrinya oleh tersangka.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 82 (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengaku "Orang Pintar" Keturunan Majapahit, Pria Ini Tipu 4 Gadis, Korban Dicabuli Agar Berprestasi", Klik untuk baca: 

https://regional.kompas.com/read/2021/05/02/191725578/mengaku-orang-pintar-keturunan-majapahit-pria-ini-tipu-4-gadis-korban

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved