Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Nikahi Siri Guru SMP di Solo, Staf Kemenag Solo Kini Menanti Nasib : Keputusan di Pusat

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo angkat bicara terkait keterlibatan seorang ASN dalam kasus pencopotan seorang guru SMP Negeri.

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Adi Surya Samodra
Kompas.com
Ilustrasi. Seorang guru PNS di Kota Solo dicopot dari tugasnya sebagai guru, karena ketahuan menikahi pria beristri yang sama-sama berstatus sebagai PNS. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo angkat bicara terkait keterlibatan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya dalam kasus pencopotan seorang guru SMP Negeri beberapa waktu lalu.

ASN tersebut terbukti melakukan nikah siri dengan guru SMP tersebut. 

Pernikahan keduanya tidak diketahui istri sah ASN.

Istri tersebut tidak terima dan melaporkan ke BKPPD Kota Solo sebelum akhrinya guru tersebut dilarang mengajar. 

Kepala Kementrian Agama Kota Solo, Hidayat Masykur mengatakan pihaknya sudah memproses ASN tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Itu sudah kami proses sudah kami BAP (surat pemeriksaan) dan kami sudah tindak tegas ,” kata Masykur kepada TribunSolo.com. Minggu (2/5/2021). 

Baca juga: Alasan Guru SMP Pelakor di Solo Masih Berstatus PNS, Pemkot Sebut Sudah Disanksi Sesuai Prosedur

Baca juga: Heboh Guru SMP Jadi Pelakor di Solo, Dinas Pendidikan Irit Bicara, Sebut Kasus Selesai

Hidayat sangat menyayangkan atas pelanggaran yang terjadi di lingkungan ASN maupun di pihak kelembagaan.

“Lembaganya lembaga keagamaan dan itu menyangkut akhlak. Dan  sesuatu yang tidak etis sangat disayangkan apalagi melibatkan kementrian,” ungkapnya. 

Pihak Kemenag Kota Solo, sambung Hidayat, sudah memanggil dan melakukan pembuktian serta pengumpulan bukti-bukti yang kuat. 

“Kemarin di minggu-minggu ini sudah kami BAP kami sudah panggil dan kami lakukan pembinaan dan yang bersangkutan mengaku,”  ujarnya. 

“Kita lakukan BAP dua kali ditingkat Solo atau surakarta dan kami sudah  kirim ke kanwil ke kemenag  provinsi,” tambahnya. 

Pihak Kemenag dan ASN masih menunggu keputusan resmi dari  Kementrian Agama pusat.

“Surat keputusan dan sanksi masih menunggu dari pusat Pihak kami (kemenag)  hanya mengurusi dokumen yang mereka permasalahkan,” tuturnya. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved