Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Bupati Boyolali Minta Perantau Tak Mudik, Sebut Dirinya Sayang Masyarakat Boyolali

Bupati Boyolali Muhammad Said Hidayat meminta agar masyarakat Boyolali yang merantau untuk tidak mudik terlebih dahulu pada Lebaran 2021 ini.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Bupati Boyolali M Said Hidayat dan Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan di Rumah Dinas Bupati Boyolali, Selasa (4/5/2021). 

"Dari pemeriksaan kami, banyak sekali yang tidak punya surat, sehingga ada 12 orang di tes swab antigen secara acak," ujar Afrian.

Baca juga: Senyap, Seribu Lebih Pemudik Curi Start Sudah di Rumah, Tiba di Sukoharjo Hindari Larangan 6-13 Mei

Afrian mengatakan, dari hasil pemeriksaan tes swab antigen, hasilnya negatif semua.

Selain itu, pihaknya juga meminta 4 kendaraan untuk putar balik diantarannya 3 bus dan 1 mobil travel.

"Operasi ini kamu laksanakan hari ini sampai pukul 16.00 WIB," tuturnya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk urungkan niat mudik karena ini langkah untuk memutus penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Penyekatan Solo

Sebanyak 18 mobil yang berasal dari luar daerah terjaring operasi penyekatan di Solo. 

Operasi ini digelar pada Senin (3/5/2021).

Tim gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP Solo terjun langsung memeriksa satu demi satu kendaraan yang melintas.

Baca juga: Meski Bawa Surat Sehat, Pemudik Nekat Pulang ke Sragen Tak Bisa Lega, Tetap Wajib Swab Test Ulang

Baca juga: Senyap, Seribu Lebih Pemudik Curi Start Sudah di Rumah, Tiba di Sukoharjo Hindari Larangan 6-13 Mei

Kasubag Dalops Polresta Solo, AKP Dalyanto menjelaskan, penyekatan berlangsung sekitar 30 menit dan berhasil menjaring sebanyak 18 kendaraan pelat luar daerah.

"Ada 18 kendaran yang terjaring, sekitar 7 kendaraan diantaranya merupakan pemudik dari Sumatera dan Jawa Barat dengan tujuan Provinsi Jawa Timur," ungkapnya setelah operasi gabungan, Senin (3/5/2021).

Dia menjelaskan, 7 kendaraan dari luar daerah yang terjaring, diperbolehkan melanjutkan perjalanan karena disertai surat jalan (SIKM).

Baca juga: Sensasi Karantina Pemudik Ala Desa Berjo, Pakai Tenda Kemah, Bisa Lihat Panorama Gunung Lawu

Sedangkan 11 kendaraan lainnya merupakan dinas atau kerja di Solo. Mereka ada yang bekerja sebagai sales dan pegawai perbankan.

"Tujuh kendaraan diperbolehkan lanjut mudik, dan kemudian yang lainnya melanjutkan dinas di Solo," ungkapnya.

Dalyanto mengungkap operasi penyekatan ini digelar mengantisipasi pemudik yang mencuri start pulang lebih awal maupun saat larangan mudik berlangsung.

Swab Test Ulang

Pemerintah resmi melakukan pengetatan larangan mudik mulai 22 April sampai 24 Mei 2021.

Namun, meski terus diberlakukan pengetatan pemudik terus berdatangan ke Kabupaten Sragen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati tak menampik akan terjadi penambahan kasus covid-19 selama larangan mudik 2021.

"Kalau terjadi peningkatan, saya pastikan terjadi peningkatan," terang dia ditemui TribunSolo.com, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Karanganyar Siapkan 8 Pos Penyekatan, Ini Lokasinya, Cemoro Kandang Jadi Prioritas

Baca juga: Berbatasan Langsung dengan Jawa Timur, Polres Karanganyar Siapkan 8 Titik Penyekatan, Ini Lokasinya

"Walaupun angka pelaku perjalanan bisa ditekan seminimal mungkin" kata

Menurut Yuni, pihaknya telah mendapat laporan dari beberapa kepala desa, di mana pemudik dari luar Pulau Jawa mulai berdatangan.

Meski telah membawa hasil swab antigen dari kota asalnya, Yuni menegaskan pemudik akan tetap di tes swab saat tiba di desanya masing-masing.

"Begitu masuk didesa, saya tetap lakukan swab lagi untuk memberikan kepastian" ujar dia.

Dikatakan, puskesmas dan satgas covid-19 di kecamatan masing-masing telah siap siaga untuk melakukan pemeriksaan kepada pemudik yang datang.

Selama larangan mudik, Pemerintah Kabupaten Sragen akan mendatangkan alat screening Genose C-19 untuk mempermudah pemeriksaan.

Rencana Genose C-19 akan tiba di Sragen pada minggu depan dan akan diletakkan di 3 titik pintu masuk ke Bumi Sukowati.

"Nanti akan ditaruh di pintu TOL Sragen, Gemolong, dan Sambungmacan," jelasnya.

Jalan Tikus

Di Kabupaten Sragen setidaknya ada tiga pos penyekatan untuk menghalau pemudik dari luar daerah yang datang.

Pasalnya, pemerintah memperluas larangan mudik mulai 22 April sampai 24 Mei 2021.

Kendati sudah didirikan pos penyekatan, masih ada celah bagi pemudik untuk masuk ke Sragen.

"Memang masih ada kemungkinan pemudik yang bisa lolos dari penyekatan," ujar Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi kepada TribunSolo.com, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena terbatasnya jumlah personel kepolisian dan petugas dari instansi lainnya.

Baca juga: Ini Penjelasan JPU Soal Bos Semut Rangrang Asal Sragen Divonis Bebas, karena Dinilai Bukan Pidana

Baca juga: Ingat Sugiyono, Bos Investasi Semut Rangrang? Lolos Jeratan 10 Tahun Penjara, Tapi Ganti Rugi 1,5 T

"Jumlah personel kami tidak sepenuhnya memadai untuk memantau pemudik di pos penyekatan," paparnya.

Ia tak menampik adanya jalan tikus yang bisa dilalui oleh pemudik untuk masuk atau keluar dari wilayah Sragen.

"Jalan tikus itu berpeluang digunakan sebagai jalur mudik," katanya.

Polsek Patroli

Pemerintah melarang mudik lebaran pada tahun ini mulai 6 Mei-17 Mei 2021.

Adanya larangan tersebut membuat masyarakat memilih untuk mudik lebih awal.

Masyarakat yang mudik lebih awal coba memanfaatkan jalur-jalur tikus agar tidak melewati pos penyekatan.

Untuk Kabupaten Sragen yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pun terdapat jalur-jalur tikus yang bisa dilewati pemudik.

"Oleh karenanya kami sudah instruksikan ke setiap Polsek untuk patroli mencegah pemudik yang lewat jalur tikus," kata Wakapolres Sragen, Kompol Kelik Bhudi Antara, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi soal Mudik: Kalau Tidak Dilarang, Covid-19 Bisa 140 Ribu per Hari

Baca juga: Pemkab Sragen Tak Larang Kuliner Daging Anjing: Tidak Banyak yang Jual, Perda Juga Tak Ada

Ia mengatakan, tidak akan mendirikan posko penyekatan di jalur-jalur tikus.

"Tidak ada posko penyekatan, nanti Polsek akan patroli secara periodik," terangnya.

Tidak hanya perbatasan dengan Ngawi, untuk perbatasan seperti Boyolali maupun Grobogan juga ada jalur-jalur tikus.

"Polsek yang ada di Gemolong dan Sumberlawang juga akan patroli. Sifatnya hanya untuk mengimbangi tiga posko penyekatan yang sudah kami dirikan," jelasnya.

Titik Penyekatan

Pemerintah melarang mudik lebaran tahun ini mulai 6-17 Mei. 

Guna mengantisipasi masyarakat yang mudik lebih awal, Polres Sragen bakal mendirikan pos penyekatan di tiga titik. 

Tiga titik itu yakni di perbatasan Sragen-Ngawi, exit tol Pungkruk, dan di rest area 519B Masaran, Sragen. 

Baca juga: Niat Warga Bandung Cari Kerabat Hilang, Lewat Sukoharjo Malah Terjaring Operasi Antisipasi Mudik

Baca juga: Ada Larangan Mudik 2021, Bus Solo Trans Tetap Beroperasi Layani Masyarakat 6-17 Mei 2021 Nanti

"Kami akan dirikan tiga pos penyekatan di titik-titik tersebut," kata Wakapolres Sragen, Kompol Kelik Bhudi Antara di sela-sela operasi penyekatan, Selasa (20/4/2021). 

Ke depannya, kendaraan yang berpelat nomor dari luar Jawa Tengah akan jadi target pemeriksaan dan rapid test antigen secara acak. 

"Prioritasnya kendaraan berpelat nomor dari luar Jawa Tengah yang melintas di titik itu," paparnya. 

Apabila ditemukan pengedara yang rapid test antigennya reaktif atau positif maka akan diminta untuk putar balik. 

"Akan kami suruh putar balik," tegasnya. 

Baca juga: Pajero Sport yang Dikemudikan Perangkat Desa Seruduk Truk dan 6 Sepeda Motor di Tuban Diduga Ngantuk

Kala ditanya soal pos di pintu keluar tol Sambungmacan, katanya, hingga kini pintuk keluar tol tersebut belum beroperasi. 

"Sebenarnya kami akan mendirikan pos penyekatan di sana tapi karena belum dibuka sehingga kami buat di sini (jembatan timbang)," terangnya. 

Jumlah personel yang disiapkan di ketiga posko penyekatan tersebut ada 23 orang.

Terjaring Operasi Penyekatan

Sejumlah pengendara mobil berpelat nomor dari luar Jawa Tengah terjaring dalam operasi penyekatan yang digelar Polres Sragen di Jalan Solo-Ngawi, tepatnya di unit jembatan timbang, Kecamatan Sambungmacan, Sragen pada Selasa (20/4/2021).

Mobil-mobil yang terjaring dalam razia disemprot disinfeksi oleh petugas kepolisian. 

Lantas, ada beberapa penumpang yang diminta turun dari mobil untuk menjalani rapid test antigen yang telah disiapkan di lokasi. 

Baca juga: Razia Knalpot Brong di Jalan Dr Rajiman, 5 Sepeda Motor Diamankan Tim Polresta Solo

Baca juga: Razia Jelang Ramadan 2021, 6 Pasangan Tertangkap Ngamar di Hotel Melati Sukoharjo, Kena Sanksi Ini

Seorang penumpang asal Ngawi, Jawa Timur, Wijanarko mengaku kaget kala diminta untuk rapid test antigen. 

"Saya kira tadi ada apa kok disuruh menepi, ternyata ada penyekatan dan kena tes swab," tuturnya, Selasa (20/4/2021). 

Usai menjalani rapid test antigen, lanjutnya, ia mengaku geli-geli saat hidungnya dimasukkan semacam stik. 

Baca juga: Kondisi Terkini Lalu Lintas di Klaten saat Libur Panjang, Ramai Lancar Tak Ada Razia Kendaraan

"Rasanya geli tadi waktu diswab oleh petugas," katanya. 

Hasil rapid test antigen pun bisa langsung diketahui. 

"Enggak lama tadi hasilnya keluar, hasil tes swab saya negatif," jelasnya. 

Ia menambahkan, tujuannya pergi ke Sragen untuk memeriksakan kandungan sang istri. 

"Mau ngecek kandungan istri ke rumah sakit di Sragen," kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved