Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Ratusan Perantau Luar Kota Masuk Solo, Pemkot Belum Berlakukan Karantina, Ini Alasannya

Sebanyak 542 perantau sudah masuk ke Kota Solo per 3 Mei 2021 atau sebelum diberlakukannya pelarangan mudik mulai 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021.

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
Para pelaku perjalanan yang tiba di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Selasa (4/5/2021). Mereka nampak membawa tas dan sejumlah kardus. 

Alhasil 30 mobil beplat luar Solo-Jogja diberhentikan oleh petugas dari Polri, TNI, Dishub hingga Dinas Kesehatan tersebut.

Kabagops Polres Klaten AKP I Wayan Suhendar mengatakan 30 mobil tersebut diberhentikan untuk diperiksa cek kelengkapan dan identitas pengemudi dan penumpang mobil.

"Ada 30 mobil yang berplat dari luar Solo-Jogja," kata dia kepada TribunSolo.com.

Dari puluhan mobil berplat luar itu, ada sekitar 20 orang yang menjalani tes swab antigen.

Baca juga: Aksi Nekat Kakek Asal Nganjuk, Jadi Porter Gadungan di Pasar Klewer Solo, Sikat Barang Jutaan Rupiah

Baca juga: Sempat Pulang ke Rumah Seusai Bunuh Korban di Klaten, Pelaku Kembali ke Lokasi Lihat Evakuasi Korban

"Ada 20 orang yang kami swab antigen dan hasilnya negatif, oleh karena mereka kami persilahkan melanjutkan perjalanan," ujar Wayan.

Seorang yang terjaring operasi bernama Zamzam, (23) mengaku warga Jakarta tapi bekerja dan tinggal di Jogja.

Dia mengaku dia menuju ke Stasiun Srowot untuk menaiki KRL Solo-Jogja.

"Saya berasal dari Jakarta namun saya tinggal dan kerja di Jogja, saya mau ke stasiun srowot main coba KRL ke Solo," kata Zamzam.

Lanjut Zamzam mengaku hasil swab dirinya menunjukan negatif, sehingga operasi tersebut menurutnya membantu.

"Syukur hasil swab saya negatif, sebelumnya saya pernah swab dan hasilnya negatif," terang dia.

9 Orang Terjaring

Tim gabungan kembali menggelar operasi penyekatan di perbatasan wilayah Jateng-DIY, Selasa (27/4/2021).

Tepatnya di Pos Lantas Tangguh, Jalan Raya Solo-Jogja, Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten.

Dari operasi tersebut, beberapa orang dari luar daerah tak berkutik terjaring razia untuk antisipasi pemudik nekat.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan kendaraan dari luar daerah secara selektif.

Baca juga: Kronologi Warga Karawang Diduga Ditipu ABG Sukoharjo Jual Album K-Pop Rp 13 Juta : Kenalan di FB

Baca juga: Operasi Penyekatan di Prambanan Klaten, 4 Orang Jalani Swab Antigen: Hasilnya Negatif

"Kami melaksanakan operasi ini dan dari hasil operasi kami sudah memeriksa 9 orang," kata dia kepada TribunSolo.com.

Lanjut, Edy mengatakan dalam operasi ini pemeriksaan dilakukan untuk kendaraan plat luar Solo dan Jogja.

Ia menyebutkan kendaraan yang terjaring berasal dari Jakarta, Malang dan Lombok.

"Kendaraan yang beplat luar dan sudah mempunyai surat pemeriksaan Covid-19 yang menunjukan negatif, maka boleh meneruskan perjalanan," ungkap dia.

Ia menyebutkan bagi yang tidak mempunyai surat keterangan tersebut, diwajibkan menjalani swab antigen di sini.

Dia mengatakan jika hasil pemeriksaan non reaktif, maka diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Sedangkan jika hasilnya reaktif, maka pihaknya akan mengarahkan ke faskes terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan swab antigen, 9 orang dinyatakan negatif dan boleh kembali melanjutkan perjalanan," terang dia.

Sementara itu, Manhu (25), salah satu warga dari Lombok yang terjaring operasi tersebut mengaku habis mengantar teman kakaknya dari Jogjakarta.

"Saya mau antar temen kakak saya ke Jogja, dan saat ini saya mau balik lagi ke Lombok," aku dia.

Lanjut, Manhu mengatakan bekerja dan tinggal di Jawa Timur.

Manhu mengatakan saat ini dirinya ingin pulang ke kampung halamannya di Lombok.

"Awalnya saya kaget ada operasi ini tapi syukurnya hasilnya non reaktif, jadi bisa meneruskan perjalanan kembali," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved