Breaking News:

Berita Boyolali Terbaru

Sempat Lockdown, Kini Portal di Lingkungan Warga Klaster Piknik Boyolali Sudah Dibuka

Kawasan 2 RT di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali kini sudah dibuka.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
tribunsolo.com/mardon
Kondisi 2 RT di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali sudah dibuka. Dulu sempat lockdown karena Klaster Piknik, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kawasan 2 RT di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali kini sudah dibuka.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu, kawasan tersebut lockdown lantaran ada kasus klaster piknik.

Pantauan TribunSolo.com, walaupun kawasan tersebut sudah dibuka, namun suasana masih terlihat sepi.

Baca juga: Muncul Klaster Tahlilan di Sragen, 2 RT Harus Lockdown, 44 Warga Positif Corona

Baca juga: Varian Baru Corona dari India dan Afrika Selatan Masuk Indonesia, Menkes: Penularan Relatif Tinggi

Tidak banyak warga yang keluar rumah.

Jalanan kampung tersebut juga masih terlihat sepi.

Camat Ampel Dwi Sudarto mengatakan, saat ini kawasan dua RT di Ampel tersebut sudah dinyatakan bukan zona merah.

"Portal sudah terbuka, lokasi tidak di-lockdown," kata Dwi kepada TribunSolo.com, Selasa (4/5/2021).

Dia mengatakan, meskipun portal telah dibuka, namun warga tetap melaksanakan isolasi mandiri.

Sementara itu, perkembangan Klaster piknik sampai saat ini ada 19 orang masih menunggu hasil swab evaluasi.

"Meski sudah dibuka, mereka tetap isolasi mandiri, sedangkan 36 orang lainnya dinyatakan sembuh dari Covid-19," ujar Dwi. 

Baca juga: Lagi, Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal karena Corona, Sempat Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit imbas 36 warga di Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka terpapar Covid-19 berjamaah setelah piknik ke Jogjakarta.

Ketua Satgas Covid-19 Ampel yang sekaligus Camat Ampel, Dwi Sudarto mengatakan, 33 orang yang melakukan perawatan di rumah dan 3 orang dilarikan di rumah sakit.

"Mayoritas 33 orang jalani isolasi mandiri di rumah dan sisanya dirawat intensif di rumah sakit," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Dua RT di Kecamatan Ampel Boyolali Lockdown, 36 Warga Positif Covid-19 Seusai Liburan ke Jogja

Baca juga: Perantau Klaten Diizinkan Pulang Sebelum Tanggal Ini, Asal Bawa Bukti Surat Negatif Covid-19

Pasca kejadian tersebut, pihaknya langsung me-lockdown seluruh kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk peribadatan dalam ranga puasa Ramadhan di antaranya tarawih di masjid.

Selain itu, pembelajaran tatap muka jenjang SD dihentikan sementara.

"Kami me-lockdown semua kegiatan di wilayah RT 3 dan RT 2 tersebut," tutur Dwi.

Habis Piknik

Sebanyak 36 warga Desa Candi, Kecamatan Ampel terkonfirmasi positif Covid-19 usai liburan ke luar kota.

Pasca peristiwa itu, wilayah tersebut harus lockdown.

Camat Ampel, Dwi Sudarto mengatakan, terpaparnya 36 orang tersebut berawal dari rombongan sedang piknik ke Jogjakarta.

"Ada 36 warga di Desa Candi terpapar Covid-19, rombongan sebelumnya piknik ke Jogja," ucap Dwi, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Tanpa Basa-basi Sekolah di Sragen Lockdown, Imbas 7 Guru Positif, 2 Orang di antaranya Meninggal

Baca juga: Imbas Klaster Ponpes di Ceper Positif, Satgas Corona Klaten Siaga, Agar Tak Menyebar ke Perkampungan

Dwi mengatakan, kegiatan piknik tersebut dilakukan pada Minggu (4/4/2021).

Salah satu warga berinisial NS melakukan swab pada Selasa, (6/4/2021).

"Setelah Bapak NS menjalani swab, Kamis (8/4/2021) hasil keluar dan beliau dinyatakan positif Covid-19," ujar Dwi.

Dwi mengatakan, setelah mengetahui NS terkonfimasi positif Covid-19, maka NS melakukan karantina mandiri.

Baca juga: Apa Itu Varian Baru Virus Corona E484K dan Seberapa Bahayanya? Ini Jawaban Satgas Covid-19

Kemudian, setelah mendapat informasi tersebut, pihak Kecamatan Ampel langsung melakukan tracing pada Senin (12/4/2021) dan Selasa (13/4/2021). Hasilnya keluar Minggu (18/4/2021).

"Pada 12 April 2021, 35 orang dilakukan swab dengan hasil 29 positif dan 6 negatif, lalu pada 13 April 2021  ada 11 orang diswab dan hasilnya 6 positif dan 5 negatif," terangnya.

Pasca kejadian tersebut, pihaknya langsung me-lockdown seluruh kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk peribadatan.

Selain itu, pembelajaran tatap muka jenjang SD dihentikan sementara.

"Sementara waktu, wilayah RT 3 dan RT 2 tersebut di-lockdown, tempat peribadatan di Dukuh Gondang ditiadakan, dan pemberlajaran tatap muka di 1 desa dihentikan sementara," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved