Breaking News:

Terungkap, Korupsi Dana Bansos Covid-19 Ternyata Dipakai untuk Karaoke : Hiburan Hilangkan Penat

Robin mengaku sejumlah pegawai Kemensos terutama yang berkaitan dengan Tim Teknis sering berkaraoke di tempat tersebut.

dc-fop.org
Ilustrasi karaoke 

"Untuk hiburan karena bekerja," ucap Robin.

Dalam dakwaan jaksa, Robin juga diduga turut menerima uang senilai Rp200 juta. 

Dia mengeklaim, uang itu akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena bagian dari gratifikasi. 

Dalam persidangan ini, mantan PPK Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa menjadi perantara suap kepada mantan Mensos Juliari Peter Batubara. 

Juliari diduga menerima suap senilai Rp32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. 

Juliari dinilai memotong Rp10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos. 

Adapun rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke senilai Rp1,28 miliar.  

Kemudian dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar, serta sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya. 

Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.  Serta Pasal 12 huruf (i) UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pegawai Kemensos Akui Berulang Kali Habiskan Duit Suap Bansos di Tempat Karaoke, 

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/03/pegawai-kemensos-akui-berulang-kali-habiskan-duit-suap-bansos-di-tempat-karaoke?page=all

Editor: Ilham Oktafian
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved