Breaking News:

Besok, Perbatasan DIY-Jateng Bakal Dijaga 24 Jam, Ini Lokasi Posnya

Mulai besok, Kamis (6/5/2021) Ditlantas Polda DIY akan memberlakukan seleksi kendaraan secara ketat di perbatasan DIY-Jateng, guna menghalau para pemu

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Ilustrasi: Penyekatan petugas gabungan di Jalan Raya Solo-Jogja, Pos Lantas Tangguh, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNSOLO.COM - Penyekatan besar-besaran bakal dilakukan di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) - Jawa Tengah (Jateng).

Mulai besok, Kamis (6/5/2021) Ditlantas Polda DIY akan memberlakukan seleksi kendaraan secara ketat di perbatasan DIY-Jateng, guna menghalau para pemudik.

Terdapat 10 titik jalan masuk di wilayah DIY yang dilakukan penyekatan baik itu difungsikan sebagai pos terpadu, maupun pos pelayanan.

Ditlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, sepuluh titik yang akan dijaga ketat selama 24 jam di antaranya wilayah Sleman ada di Pos Prambanan dan Pos Tempel.

Wilayah Kulon Progo atau pintu masuk Purworejo-Kulon Progo berada di Pos Temon, wilayah Bantul ada di Pos Piyungan, Pos Srandakan, dan Pos Sedayu.

Wilayah Kabupaten Gunungkidul ada di pos Hargodumillah dan pos Bedoyo, dan untuk wilayah Kota Yogyakarta, ada di pos Eks Hotel Nataputra Wirobrajan, dan simpang tiga Gejayan.

"Tanggal 6 sampai 17 Mei dimulai ketentuan operasi 24 jam penjagaan di 10 pos terpadu, dan jalur alternatif kami tidak berikan ruang gerak bagi pemudik, karena ada patroli dari satgas bantuan di lapangan," katanya, seusai apel Operasi Ketupat Progo 2021 di Polda DIY, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Ini Nestapa Sopir Bus di Solo Sampai Menangis, Dipaksakan Penumpang Tetap Kosong

Baca juga: Ada Aturan Larangan Mudik, Terminal Kampung Rambutan Tambah Unit Bus

Baca juga: Jumlah Pemudik di Wonogiri Meningkat, Enam Orang Reaktif Covid-19, Begini Langkah Pemkab

Baca juga: Bupati Boyolali Minta Perantau Tak Mudik, Sebut Dirinya Sayang Masyarakat Boyolali

Iwan menambahkan, selain menyeleksi kendaraan yang akan masuk ke DIY, petugas di lapangan juga akan melakukan rapid tes swab secara acak.

Namun demikian Iwan menjelaskan, selama 12 hari ke depan kuota untuk tes swab acak yang disediakan hanya 2.000 sempel kepada pemudik.

"Seluruh titik tujuannya mencegah masyarakat mudik. Tidak menutup kemungkinan jika terjadi pada masyarakat yang dicek random perlakuannya sama. Dan kami punya 2.000 kuota," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Agil Tri
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved