Breaking News:

Besok, Perbatasan DIY-Jateng Bakal Dijaga 24 Jam, Ini Lokasi Posnya

Mulai besok, Kamis (6/5/2021) Ditlantas Polda DIY akan memberlakukan seleksi kendaraan secara ketat di perbatasan DIY-Jateng, guna menghalau para pemu

Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Ilustrasi: Penyekatan petugas gabungan di Jalan Raya Solo-Jogja, Pos Lantas Tangguh, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jumat (30/4/2021). 

Satgas Covid-19 Kabupaten Wonogiri terus melakuan pemantauan terhadap pemudik yang datang.

Pemudik yang tiba di Terminal Giri Adipura Wonogiri secara acak akan dilakukan pemeriksaan rapid test antigen dan GeNose.

Pasalnya, jumlah pemudik yang tiba di Wonogiri jumlah kian meningkat.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan Satgas Covid-19 menemukan adanya enam pemudik yang baru tiba di Wonogiri reaktif Covid-19.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Koordinator Terminal Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto mengatakan, enam penumpang bus yang dinyatakan positif langsung ditangani Dinkes Kabupaten Wonogiri.

"Keenamnya langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing," kata Agus saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Cari Tempat Lain, Pemkab Wonogiri Putuskan Tutup Semua Objek Wisata saat Lebaran

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kabupaten Wonogiri, Selasa 4 Mei 2021 atau 22 Ramadhan 1442 H

Baca juga: Tiba di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, 147 Pemudik dari Jabodetabek Jalani Tes Rapid Antigen

Baca juga: Ingat Uang Rp 100 Ribu yang Berceceran di Jalan Wonogiri? Kini Sudah Diambil Pemiliknya

Agus mengatakan keenam penumpang yang positif dipulangkan hingga ke kampung halamannya masing-masing.

Setiba di desa, mereka diterima tim Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Menurut Agus kondisi penumpang yang positif covid-19 berstatus orang tanpa gejala.

Keenamnya merupakan perantau yang baru pulang dari wilayah Jabodetabek.

Agus menambahkan dalam empat hari terakhir jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi bus pulang ke Wonogiri meningkat 50 hingga 70 persen.

Sebulan lalu rata-rata kepulangan perantau ke Wonogiri berkisar 1.500 orang.

Namun empat hari terakhir jumlah warga yang pulang ke Wonogiri setiap hari di atas angka 2.000.

Tahun lalu jumlah kepulangan warga Wonogiri dari area Jabodetabek sepi karena saat itu puncak-puncaknya pandemi Covid-19.

Namun tahun ini mulai awal Mei 2021, ada peningkatan kedatangan lima puluh persen hingga 70 persen.

“Per hari biasanya 1000-1.500. Saat ini kedatangan mencapai 2.000 sampai dengan 2.500 orang sejak tanggal 1 Mei 2021. Mereka datang dari Jabodetabek dan Jabar,” kata Agus.

Untuk kru bus, Agus mengatakan seluruh kru bus sudah dilakukan rapid tes antigen. Hasilnya semuanya negatif.

“Kru bus semua negatif. Dan kemarin ada pengambilan narkoba dan gula darah semuanya negatif semua,” jelas Agus.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga perantau yang mudik ke Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketiganya terdeteksi terpapar virus corona setelah Satgas Covid-19 menggelar swab test antigen acak pada penumpang bus di Terminal Giri Adipura Wonogiri dalam tiga hari terakhir.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan ketiga pemudik yang diketahui terpapar virus corona langsung dikarantina di rumah sakit terdekat.

“Sementara ada tiga pemudik yang dilaporkan positif Covid-19. Tetapi saat ini proses tracing, tracking dan treatment terus kami lakukan menjelang dan pasca-Lebaran,” kata Jekek sapaan akrab Joko Sutopo, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (3/5/2021). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jumlah Pemudik Positif Covid-19 di Wonogiri Bertambah Jadi 6 Orang

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved