Breaking News:

Virus Corona

Fakta Pilu Lonjakan Covid-19 di India, Dokter Tentukan Siapa yang Harus Bertahan Hidup dan Mati

India telah melaporkan rekor global lebih dari 300.000 kasus harian selama dua minggu terakhir.

Editor: Hanang Yuwono
AFP PHOTO/PRAKASH SINGH
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) merawat pasien positif Covid-19 di dalam ruang pertemuan yang sementara diubah menjadi pusat perawatan covid di New Delhi pada 28/4/2021. 

TRIBUNSOLO.COM, NEW DELHI - Kasus lonjakan Covid-19 menyimpan fakta memilukan.

Banyaknya pasien, membuat mereka telantar tanpa oksigen dalam sebulan terakhir ini.

Ya, ironi di India, ribuan korban terus berjatuhan setiap hari.

Baca juga: Guru di Sukabumi yang Lumpuh Usai Divaksin Covid-19 Ingin Ketemu Jokowi: Mau Ucapin Terima Kasih

Baca juga: Jumlah Pemudik di Wonogiri Meningkat, Enam Orang Reaktif Covid-19, Begini Langkah Pemkab

Dengan kondisi itu, seorang dokter muda India, Rohan Aggarwal (26) mengatakan pasien virus Corona hanya memiliki dua pilihan, bertahana hidup atau mati.

Dilansir Reuters, Rabu (5/5/2021), Rohan sebenarnya belum menyelesaikan pelatihan medisnya sampai tahun depan.

Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi.
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. (Tangkap Layar Video The Telegraph)

Namun, di salah satu rumah sakit terbaik di India, dia adalah dokter yang harus memutuskan siapa yang akan hidup dan mati.

Ketika pasien datang kepadanya dengan terengah-engah dan anggota keluarga memohon belas kasihan.

Dengan sistem perawatan kesehatan India terhuyung-huyung di ambang kehancuran selama gelombang kedua virus baru Corona, Aggarwal membuat keputusan itu selama 27 jam kerja.

Termasuk pergantian malam yang suram yang bertanggung jawab atas ruang gawat darurat di rumah sakitnya di New Delhi.

Semua orang di Rumah Sakit Keluarga Suci, pasien, kerabat, dan staf tahu tidak ada cukup tempat tidur.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved