Breaking News:

John Kei Minta Dibebaskan, Mengelak Akan Bunuh Nus Kei : Dia Orang Kepercayaan Saya

Bahkan kata John Kei, ia pernah berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membalas perbuatan Nus Kei.

Editor: Ilham Oktafian
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana bersama jajaran penjabat Polda Metrojaya yang terkait saat jumpres penyerangan yang melibatkan kelompok John Kei dan kelompok Nus Kei di Polda Metrojaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). 20 anak buah John Kei di tangkap di Bekasi setelah mengadakan penyerbuan ke Cluster Australia Green Lake City, Kota Tangerang, yang didahului dengan pembacokan yang mengakibatkan satu orang tewas. 

"Lawyer pun mengaku nggak tahu, karena ini masalah anak-anak di lapangan. Pada intinya saya menyesal karena yang mati saudara saya," tandasnya.

Diketahui John Kei didakwa pasar berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Salah satu pasal yang didakwakan ialah Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Ia diduga terkait dengan tewasnya anak buah Nus Kei di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020) lalu.

Minta Dibebaskan Hakim

Sidang kasus pembunuhan anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) kembali bergulir.

Kali ini, John Kei dihadirkan sebagai saksi mahkota atas terdakwa, antara lain Yeremias, Bukon Koko Bukubun, Daniel Farfar, dan John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (6/5/2021). 

Dalam sidang tersebut, John Kei menampik merencanakan pembunuhan atau penyerangan kepada Nus Kei.

Baca juga: Nus Kei Ingin Selesaikan Masalah dengan John Kei Secara Damai, Ini Respons Polisi

Pria itu pun mohon majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat membebaskannya dari segala tuduhan.

"Saksi kami, sebagai saksi mahkota memang tidak dapat menunjukan bahwa ada perintah dari Bung John untuk bunuh Bung Nus atau siapapun itu," ujar kuasa hukum, John Kei, Anton Sudanto usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (6/5/2021).

Selain itu, John Kei mengaku dipaksa untuk tanda tangani Berita Acara Perkara (BAP) saat diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Hal itu lantaran anaknya bernama Rembo sempat ditahan polisi selama tiga hari.

Tujuannya agar John Kei segera menandatangani BAP tersebut.

Hal itulah kata Anton yang membuat BAP dengan pemeriksaan di persidangan berbeda.

"Jadi beliau minta langsung untuk dibebaskan. Sementara yang lain para terdakwa ada yang mengaku telah membacok, bacok seperti apa, berapa kali, itu perlu kita apresiasi," terangnya.

Namun demikian, Anton mengakui bahwa pada faktanya ada penyerangan hingga membuat anak buah Nus Kei tewas.

Oleh karena itu kata Anton, sudah pasti ada yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Beberapa terdakwa juga sudah mengakui bahwa ada penyerangan tersebut. Meskipun penyerangan itu dianggap tidak berencana.

Maka dari itu kata Anton, baik John Kei atau Daniel Farfar harusnya dibebaskan.

Karena John Kei hanya memberi surat kuasa penagihan utang. Sementara Daniel Farfar hanya kuasa hukum yang memberi perintah menagih utang kepada anak buahnya.

"Paling anak-anaknya yang lakukan itu dan itu di luar kontrol. Bung John enggak ada perintah sama sekali jadi sudah harus bebas itu," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tak Pernah Berpikir Akan Membunuh Nus Kei, John Kei : Dia Itu Anak Buah Saya, Paling Saya Percaya, 

https://wartakota.tribunnews.com/2021/05/06/tak-pernah-berpikir-akan-membunuh-nus-kei-john-kei-dia-itu-anak-buah-saya-paling-saya-percaya?page=all

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved