Breaking News:

Anak Ojol di Bantul Tewas Karena Sate Sianida, Praktisi Hukum: Tidak Termasuk Pembunuhan Berencana

Bocah di Bantul, Yogyakarta tewas usai menyantap sate yang dibawa sang ayah. Sate itu didapat dari seorang perempuan tak dikenal.

Kompas TV
NA alias Nani Aprilliani, tersangka pengirim sate bersianida di Bantul, Jogjakarta. 

TRIBUNSOLO.COM, - Sate ayam yang sudah diberi racun jenis sianida menyebabkan seorang anak ojek online (ojol) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meninggal dunia.

Sejatinya sate tersebut dikirim untuk pria berinisial T di Kasongan, Bantul.

Namun ketika dikirim melalui jasa ojol, istri T menolak sate tersebut karena sang suami merasa tidak pesan sate.

Baca juga: Aldi Taher Bikin Lagu untuk Kaesang Berjudul Persis Solo, I Love You So Much, Dibayar Berapa?

Baca juga: Polda DIY Dalami Motif Asmara Dibalik Sate Sianida, Siap Tindak Tegas Aparatnya Bila Benar Terlibat

Polres Bantul pun akhirnya berhasil menangkap NAN (25), pengirim takjil berupa sate bersianida.

Motifnya karena T meninggalkan NAN dan menikah dengan wanita lain. 

Terkait hal ini, praktisi hukum Ricky Vinando bersikeras bahwa Polda DIY keliru jika menerapkan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dalam kasus sate bersianida. 

"Tidak ada pembunuhan berencana dalam kasus sate bersianida, ini clear, karena kan pertanyaan hukumnya, sate lontong beracun sianida itu disiapkan tersangka untuk siapa dan apa dia mati? untuk T kan dan faktanya T tidak mati, karena kan si pria, T yang menjadi target supaya memakan sate lontong beracun sianida justru menolak sate lontong yang dikirim tersangka melalui seorang tukang ojek via offline dengan alasan tidak kenal pengirim sate lontong itu," ujar Ricky, kepada wartawan, Kamis (6/5/2021). 

"Karena ditolak oleh T yang menjadi target, sate lontong itu diminta supaya dibawa pulang saja oleh driver dan dimakan oleh anak driver ojek yang kemudian tewas. Artinya ini bukan pembunuhan berencana. Belum ada akibat matinya si target, jadi belum ada pembunuhan berencana," imbuhnya. 

Ricky menjelaskan bahwa pembunuhan berencana ditilik dari semua putusan pengadilan yang ada, target pembunuhan haruslah dinyatakan tewas.

Dalam hal ini target dari tersangka adalah T, yang hingga saat ini tidak tewas.

Halaman
12
Editor: Rahmat Jiwandono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved