Breaking News:

Berita Klaten Terbaru

Kasus AAD Bocah Penabrak Polisi di Prambanan, Kemungkinan Besar Selesai Lewat 'Musyawarah'

Praktisi hukum dari Solo, Andhika Dian Prasetyo menilai, kasus bocah tabrak polisi di Prambanan kemungkinan besar tidak berujung ke hukuman penjara.

Penulis: Mardon Widiyanto
Editor: Aji Bramastra
TribunSolo.com/Istimewa
Kolose penangkapan AADY (16) oleh Brimob dan barang bukti berupa VW kuning yang menabrak polisi di Prambanan dalam jumpa pers di Mapolres Klaten, Senin (10/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kepolisian dari Polres Klaten menyebut kasus bocah menerabas barikade polisi di Prambanan, masih lanjut dalam proses hukum semestinya.

Netizen pun bertanya-tanya, apakah kasus ini berujung penjara atau tidak untuk pelaku.

Baca juga: Nasib AAD Bocah Penabrak Polisi di Prambanan : Terancam Penjara, Polisi Tak Peduli Anak Orang Kaya

Praktisi hukum dari Solo, Andhika Dian Prasetyo menilai, kasus ini kemungkinan besar tidak berujung ke hukuman penjara untuk pelaku.

Menurut Andhika, ada banyak alasan mengapa hal itu akan terjadi.

Andhika mengatakan, faktor penentu adalah fakta bila pelaku anak di bawah umur, dan kasus yang dilakukannya pun bukan kasus berat.

"Biasanya, kalau pelaku anak di bawah umur tersandung kasus dengan hukuman di bawah 5 tahun, maka tidak dilakukan penahanan,"

"Nanti di pemeriksaan kepolisian diharapkan mengutamakan musyawarah antara anak dan orangtua dengan korban,"

"Adapun penahanan, bisa dilakukan kalau ancaman hukumannya di atas 5 tahun," papar Andhika.

Sebagai informasi, Kasat Reksrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan sempat mengatakan, AAD dijerat Pasal 212 atas tindakan melawan petugas, dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved