Breaking News:

Obyek Wisata di Sukoharjo

Museum Jawi Sukoharjo Bisa Jadi Rujukan Saat Libur Lebaran, Simpan Ratusan Barang Kuno dan Antik

Kokor mengatakan dirinya mulai membangun museum jawi ini mulai 20 Oktober 2018. 

Editor: Eka Fitriani
TribunSolo.com / Ryantono Puji Santoso
Susana Museum Jawi di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. 

TRIBUNSOLO.COM - Saat berlibur di Sukoharjo, wisatawan pastinya kerap mendatangi tempat wisata.

Salah satu tempat yang bisa menjadi rujukan yakni Museum Jawi, salah satu museum yang berada di wilayah Sukoharjo.

Museum ini memang tak banyak dikenal, namun berbagai jenis koleksi museum yang cukup unik bisa jadi rujukan.

Museum ini menyimpan alat- alat khas Jawa seperti barang-barang kuno.

Ada meja dan kursi terlihat apik dipadukan dengan berbagai ornamen Jawa lainnya.

Baca juga: Berbulan-bulan Ditutup, Objek Wisata Museum Purbakala Sangiran Ditargetkan Buka Akhir Bulan Ini

Baca juga: Nasi Liwet Yu Sani, Kuliner Malam Wajib Dicoba Saat Berlibur di Sukoharjo

Ada juga lampu teplok, tumbu, tenggok, dan anglo.

Museum ini terletak di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo

Museum tersebut diinisiasi oleh seorang bernama Bimo Kokor Widanarko. 

Kokor mengatakan dirinya mulai membangun museum jawi ini mulai 20 Oktober 2018. 

Museum ini berada di atas tanah berukuran 2400 meter.

Sejak 20 Oktober 2020, Kokor mulai membangun rumah Joglo lengkap dengan alat-alat khas Jawa lainnya. 

Hasilnya, seperti saat ini suasana Jawa terasa kental di museum tersebut. 

Susana Museum Jawi di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.
Susana Museum Jawi di Dukuh Jarak, Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Sukoharjo. (TribunSolo.com / Ryantono Puji Santoso)

Kokor mengatakan, Museum Jawi merupakan wisata edukasi yang kini sudah jarang ditemui. 

Siapapun yang datang ke Museum Jawi bisa bernostalgia dengan barang-barang lama yang saat ini jarang ditemui.

"Pengunjung museum ini bisa belajar banyak hal tentang budaya dan gaya hidup masyarakat jawa," kata Kokor.

Bila masyarakat ingin datang ke Museum Jawi ini bisa ambil jalur Bundaran Proliman Sukoharjo ke Selatan. 

Setelah menemukan lampu merah bisa berbelok ke kiri arah Kecamatan Tawangsari kemudian menuju jembatan lengking.

Selanjutnya, bisa bertanya pada masyarakat sekitar. Sebab lokasi masuk dalam kampung. 

"Saya sengaja ingin melestarikan budaya jawa lewat wisata edukasi ini," papar dia.

Bagi wisatawan yang ingin masuk, dirinya tidak meminta uang tiket alias gratis.

Kokor mengatakan, mudeum ini dibangun untuk memperkenalkan kembali budaya jawa kepada anak-anak.

Menurutnya, anak – anak milenial saat ini banyak yang tidak mengetahui budaya aslinya.

Bila orang zaman dahulu melihat tumbu, anglo itu biasa, ternyata berbeda dengan anak zaman ini. 

"Anak sekarang tidak mengenal itu,” papar dia.

Berdasarkan hal tersebut dia berfikir harus mengedukasi anak zaman sekarang agar lebih akrab dengan budayanya.

"Generasi muda harus tahu kalau leluhur mereka adalah orang yang cerdas," jelas dia. 

Saat ini ada 320 item alat khas jawa yang dipajang di Museum Jawi ini. Kedepan akan terus dikembangkan. 

”Saya mengakui masih sederhana alat yang ada disini," papar dia. 

"Tapi semangat saya melestarikan budaya Jawa," papar dia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved