Berlanjut 5 Hari, Ini Skenario Evakuasi Korban Perahu Maut Boyolali : Terjunkan 15 Tim Penyelam

Sebanyak 15 tim penyelam diterjunkan dalam proses evakuasi perahu maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ilham Oktafian
TribunSolo.com/Agil Tri
Perahu yang bikin petaka dipasang garis polisi di Waduk Kedung Ombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (15/5/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Sebanyak 15 tim penyelam diterjunkan dalam proses evakuasi perahu maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali.

Selain itu, BPBD Boyolali juga mengerahkan lima perahu karet selama proses pencarian.

Diketahui sebelumnya jika BPBD Boyolali tetapkan masa darurat tanggap bencana selama lima hari. 

Kepala Pelaksana Harian BPBP Boyolali Bambang Sinung mengatakan, selama lima hari kedapan akan dilakukan pencarian korban yang tenggelam di Waduk Kedungombo Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Pilunya Sekeluarga Asal Juwangi : Wisata Lebaran ke Waduk Kedung Ombo, 5 Anggotanya Hilang Tenggelam

Diketahui sembilan orang dinyatakan hilang, dari peristiwa terbaliknya perahu motor di Waduk Kedungombo.

Enam orang sudah ditemukan, sementara tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian. 

"Selepas magrib, Basarnas akan menentepakan penjajakan lokasi atau penyisiran malam. Sementara kegiatan penyelamaan besok pagi jam 07.00 - 17.00 WIB," ujarnya. 

Baca juga: Evakuasi Korban Perahu Maut Kedung Ombo Ditetapkan 5 Hari, Penyelam Sisir Kedalaman 25 Meter

Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta Arif Sugiarto, mengatakan adapun kendala dalam proses pencarian ini. 

"Kondisi dilapangan kedalaman 20-25 meter, kemudian luasnya area pencarian luas, dan viewnya akan kita observasi malam ini," Ujarnya. 

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan, sejak kejadian perahu tenggelam tersebut, objek wisata di Waduk Kedungombo di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo ditutup sementara. 

Dia menuturkan, ada pelanggaran dalam kasus ini, yakni pelanggaran protokol kesehatan dan pelanggaran protokol keselamatan. 

"Melanggar protokol kesehatan karena penumpang dibiarkan berdesakan. Dan tidak memenuhi 50 persen dari kapasitas perahu," ujarnya.

"Selain itu juga melanggar protokol keselamatan, karena dibiarkan kelebihan muatan," tandasnyam

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved